Barisan Sakit Hati Merapat, Ini Pesan Legenda Taekwondo Bali
Barisan Sakit Hati Merapat, Ini Pesan Legenda Taekwondo Bali
Terutama bagi beberapa oknum pengurus, pelatih atau bahkan taekwondoin Bali yang sakit hati dengan gaya kepemimpinan pria yang biasa disapa Lan Ananda tersebut. Dimana sosok tegas juga taat dalam aturan organisasi, khususnya beladiri Taekwondo.
Beberapa oknum itu diantaranya sudah terpantau mendekat, merapat bahkan mengajak bicara dengan Ketum TI Bali yang pensiunan TNI berpangkat Kolonel tersebut.
Bolahita beberapa kali menangkap moment PDKT (pendekatan) itu. Ada yang mulai mengenalkan diri bahkan sudah mulai berdiskusi. Dan yang menarik juga, diantaranya itu ada yang kembali muncul setelah beberapa tahun terakhir menghilang dari kegiatan taekwondo akibat diskorsing alias dipecat karena melanggar aturan.
Dan situasi teranyar dilingkaran TI Bali ini wajib menjadi catatan penting sang pimpinan baru. Beliau diharapkan tidak 'gegabah' dalam merancang format para pendampingnya di kepengurusan. Apalagi merangkul wajah-wajah yang cacat di keorganisasian karena melanggar aturan.
Biar bagaimanapun, Keluarga besar TI Bali terutama para sabeum dan sabeumnim senior wajib dilibatkan untuk menyusun format terbaik dan bijak untuk TI Bali selanjutnya.
"Sebagai mantan taekwondoin Bali, saya pribadi hanya menyarankan agar, ketum yang baru bisa netral, merangkul dan tidak sampai dipengaruhi. Apalagi ditunggangi oleh oknum-oknum untuk kepentingan kelompok manapun," kata Wayan Suparta, legenda taekwondo Bali.
"Biar bagaimanapun seluruh insan TI di Bali khususnya para pelatih, pengurus harus dirangkul untuk sama-sama memajukan TI Bali. Itu saja yang bisa saya pesan untuk beliau." ucap Wayan Suparta bersama Iwan Setiawan meraih medali perunggu di PON 1996.
What's Your Reaction?