BOLAHITA - Evaluasi langsung digeber PSMS Medan usai ditahan imbang 2-2 Bank Sumut kemarin di Stadion Teladan. Dalam laga tersebut, skuat Ayam Kinantan kehilangan performa terbaiknya. Karakter press and cover yang diterapkan pelatih Suharto AD tak berjalan maksimal.
Tak bermain sesuai dengan standar tersebut tak dipungkiri Suharto AD. Dia melihat pemainnya justru terpancing emosi lawan. " Saya melihat dibabak pertama kita justru terikut cara bermain lawan. Gaya bermain Bank
Sumut juga saat itu bukan keras, tapi cenderung dibilang nakal. Tabrak lari dan kita termakan gaya seperti itu," kata Suharto kemarin sore di lapangan Makodam.
Setelah terikut kemudian Asrul Reza dkk terpancing emosinya, sehingga melupakan cara bermain yang sudah dibentuk. "Belum stabilnya kita bermain dengan karakter press and cover bukan soal kualitas lawan. Pro Duta jauh lebih bagus dari Bank Sumut. Tapi ini murni hanya terpancing emosi lawan saja," jawab Suharto. Pengalaman melawan Bank
Sumut ini tentunya menjadi pelajaran penting.
Tim pelatih memiliki PR yang lebih berat lagi. Kini mereka harus benar-benar serius dalam menciptakan standar bermain kepada pemain. "Siapa pun nanti lawannya, bagaimana mainnya,
PSMS harus tetap bermain dengan karakternya. Standar bermain press and cover yang selama ini sudah kita latih," tegas Suharto.
Sementara itu dalam pertandingan uji coba kemarin,
PSMS Medan bermain imbang 2-2 dengan Bank
Sumut di Stadion Teladan. Dua gol tim berjuluk Ayam Kinantan ini dicetak oleh Erwin Ramdani dan Aldino..