BOLAHITA, SIDOARJO - Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, dituntut jeli dalam memasang formasi dan komposisi pemain di setiap pertandingan. Sebagai juara bertahan GO-JEK LIGA 1, semua tim mengincar Bhayangkara FC untuk dijadikan korban.
Tapi Simon McMenemy, pelatih asal Skotlandia itu, bisa memulai perjalanan timnya di musim ini tanpa menelan kekalahan. Hingga 2 pekan bergulirnya kompetisi, Bhayangkara FC memetik 4 poin.
Di pekan ketiga Bhayangkara FC akan menjamu PSIS. Bila tidak mengalami perubahan, pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (7/4/2018).
Kecermatan Simon McMenemy dalam merencanakan taktik dan strategi, setidaknya sudah terbukti dalam laga melawan Persija di pekan pertama dan
PSMS di pekan kedua. Di pekan pertama meraih hasil imbang, kemudian kemarin menang.
Dalam pertandingan melawan
PSMS yang berujung 3 poin, McMenemy yang merupakam mantan pelatih timnas Filipina ini, tidak menurunkan Paulo Sergio. Pemain asal Portugal itu diparkir di bangku cadangan dan baru dimainkan di pertengahan babak kedua.
Tujuan menyimpan Paulo Sergio di bangku cadangan terlebih dulu, karena ingin mengeksploitasi tenaga
PSMS untuk keluar menyerang. Baru di babak kedua, Bhayangkara FC memasukkan Paulo Sergio supaya lebih menyerang.
"Di babak pertama itu kami sengaja bermain bertahan, ingin menunggu momen di babak kedua. Dengan memasukkan Paulo Sergio yang merupakan gelandang serang, kami bisa memperkuat serangan," kata Simon McMenemy.
Akhir pekan nanti, komposisi dan formasi tentu saja bisa berbeda. Apalagi lawan yang dihadapi juga berbeda. PSIS sebagai calon lawan dianggap punya karakter yang berbeda dari Persija atau PSMS.