BOLAHITA - Pasca diputuskan bubar barisan dari rutinitas persiapan latihan, pemain Bintang Jaya Asahan kehilangan mata pencarian. Alhasil tak bisa dipungkiri tawaran tarkam pun langsung diterkam.
"Kami merasa kecewa juga sih, karena dengan berhentinya TC ini penghasilan kami tidak ada," ujar Hardiantono kepada wartawan. Beruntung bagi pemain bola yang memiliki kegiatan sampingan. Bagi yang tidak, maka pembubaran ini seperti sebuah kesepian.
"Ya gak ada kegiatan jadinya. Sebagian yang punya usaha ya menjalankan usahanya. Paling kalau ada mau gak mau terpaksa cari-cari tarkamlah," katanya.
Pemain nomor punggung 69 itu sangat menyayangkan timnya mengambil keputusan untuk bubar. Ia mengaku selama ini timnya sudah kompak dan sudah saling tahu karakter pemain.
"Sangat menyayangkan tim yang uda kompak harus bubar sampe batas waktu yang tidak ditentukan. Kalau tim kami sudah kompak, kami uda gabung selama empat bulan karakter setiap pemain sudah pada tahu," pungkasnya.
Ia berharap semoga masalah PSSI dengan Menpora cepat terselesaikan, sehingga para pemain bisa bermain lagi.