Direktur PT PeSeMeS : Kita Punya Uang tapi Belum Diberi Kesempatan Urus PSMS

Direktur PT PeSeMeS : Kita Punya Uang tapi Belum Diberi Kesempatan Urus PSMS

Jun 29, 2019 - 12:01
 0
Direktur PT PeSeMeS : Kita Punya Uang tapi Belum Diberi Kesempatan Urus PSMS
Rudi menegaskan yang ada adalah PSMS dengan legal secara hukum dengan semua berkasnya sudah disahkan pemerintah baik PT hingga hak paten logo PSMS yang berada di pihaknya
BOLAHITA, MEDAN - Presiden Direktur PT PeSeMes Medan yang mengklaim PSMS adalah miliknya, Rudi Tampubolon mengatakan saat ini tidak ada PSMS yang palsu atau yang asli.

Dia menegaskan yang ada adalah PSMS dengan legal secara hukum dengan semua berkasnya sudah disahkan pemerintah baik PT hingga hak paten logo PSMS yang berada di pihaknya.

Rudi mengurai pihaknya sejatinya siap mengurus PSMS hanya tidak diberi kesempatan sejak awal musim ini. “Kita sudah bentuk tim, karena memang pihak kita tidak dilibatkan jadi tidak mungkin. Karena PT Liga juga tidak mengakomodir PT kita,” ujarnya di Hotel Madani.

Rudi mengatakan saat ini pihaknya mengimbau pihak PT Kinantan Indonesia, PT yang menaungi PSMS yang saat ini berkompetisi di Liga 2 untuk menahan diri. “Yang terlibat dalam PSMS untuk menahn diri. Biarkan proses hukum berjalan, tidak ada hak kita mendesak. Hanya saja yang jelas waktu itu (awal musim) kita siap, kita punya uang tapi belum diberi kesempatan mengurus PSMS,” jelasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT PeSeMeS Medan, Syukri Wardi mengatakan tidak benar jika disebut dirinya pemilik PSMS. Disebutkannya sejak 1950 PSMS berdiri hingga 2013 PSMS tidak punya berkas hukum. Sekarang PSMS punya akte yang tidak hanya ditandangani dirinya tapi ada 12 nama yang ikut tanda tangan, akte itu dibuat tahun 2014. Baik dari perwakilan suporter, perwakilan 40 klub PSMS, juga termasuk Sekum PSMS PT Kinantan Indonesia, Julius Raja dan beberapa nama lainnya.

Lalu mengapa Syukri Wardi tidak mendaftarkan PT PeSeMes ke PT Liga agar menjadi PT yang sah untuk PSMS berkompetisi? “Sudah, tapi siapa yang berani pada saat itu?,” timpalnya. Pertanyaan yang kemudian menyiratkan sosok Edy Rahmayadi yang menjadi Ketua Umum PSSI dan juga pembina PSMS kala itu.

Syukri mengatakan tahun 2018, pihaknya pun siap memegang PSMS, dengan mendaftarkan ke PT Liga. Tapi, lagi-lagi tidak dianggap.

Diapun mengungkapkan bahwa jika nantinya menang dalam proses hukum yang lagi berjalan di Polda Sumut, pihaknya siap mengambil alih PSMS meski harus dimulai dari bawah lagi. “Kami pengen mengelola sesuai AD/ART, kami siap jika harus dari bawah. Persik Kediri contohnya, pernah juara tapi mulai lagi dari Liga Nusantara,” jelasnya.

Ditanya apakah pihaknya tidak kasihan dengan skuad PSMS yang saat ini baru memulai kompetisi, tapi sudah dipusingkan dengan konflik, Syukri menjawab, “Saya tidak ada ganggu pemain dan pelatih, hanya saja kita harus tegakkan hukum sejak awal. Saya serahkan ke Polda prosesnya,” ungkapnya.

Pun ini berlaku soal sponsor yang lari dari PSMS saat ini karena laporan pihaknya. Dia yakin, jikapun PSMS harus kesulitan dana karena sponsor tarik diri, akan ada jalan keluarnya. “PSMS lahir 1950 adalah klub yang kuat, diapain juga pasti ada saja yang menyelamatkan PSMS, percaya sama saya,” tegasnya.

“PSMS ini adalah sepak bola yang kerjanya haruslah dilakukan oleh orang sepak bola yang tidak ada kepentingan apa-apa di dalamnya,” jelasnya

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow