Dirut GBK: Menonton Sepak Bola Tidak Seperti Di Bioskop

Dirut GBK: Menonton Sepak Bola Tidak Seperti Di Bioskop

Feb 18, 2018 - 15:29
 0
Dirut GBK: Menonton Sepak Bola Tidak Seperti Di Bioskop
Maklum, animo penonton begitu luar biasa karena kebetulan Persija lolos ke final, sehingga mudah dijangkau The Jakmania
BOLAHITA, JAKARTA - Panitia Piala Presiden 2018 menyatakan tanggung jawab sepenuhnya atas semua apa yang terjadi selama penyelenggaraan perebutan peringkat dan final di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta. Terdapat lebih dari 70 ribu penonton di dalam stadion yang menonton partai puncak pada Sabtu (17/2/2018) malam.

Imbas membeludaknya penonton memunculkan banyak risiko. Salah satunya penonton yang tidak tertampung masuk ke dalam stadion. Maklum, animo penonton begitu luar biasa karena kebetulan Persija lolos ke final, sehingga mudah dijangkau The Jakmania.

"Kami melihat data dan situasi. Panitia bertanggung jawab 100 persen. Kalau ada kerusakan, panitia bertanggung jawab. Kami sedih kalau ada penonton yang tidak bisa menjaga apa yang dibangun bangsa dan negara. Tapi apapun itu tidak boleh menyalahkan orang lain, panitia yang harus bertanggung jawab," kata Maruarar Sirait, Ketua SC Piala Presiden 2018.

"Untuk itu kami minta PPK GBK segera melihat apa saja kerusakan yang terjadi dan menghitung berapa biaya yang harus kami ganti," Maruarar Sirait, menambahkan.

Menanggapi hal ini Direktur PPK GBK Winarto mengatakan apa yang terjadi di Stadion Utama GBK di partai puncak Piala Presiden 2018, justru sebagai tonggak industri olahraga. Dalam industri, menurut Winarto, semua bisa dihitung dan direncanakan. 

Jadi siapapun penyelenggara industri olahraga, termasuk panitia Piala Presiden, tidak boleh menyerah dalam bisnis di olahraga hanya karena ada kerusakan di tempat penyelenggaraan.

"Jangan pernah menyerah karena menonton sepak bola tidak seperti di bioskop. Menonton sepak bola kalau enggak ramai enggak seru. Kami beri apresiasi buat suporter terutama The Jakmania. Mereka menunjukkan perilaku yang lebih baik. Pasti ada kerusakan, tapi relatif lebih kecil dibandingkan masa lalu," tutur Winarto.

Soal berapa kerugian yang harus dibayar panitia Piala Presiden atas kerusakan yang terjadi di area GBK, Winarto mengatakan semua sedang dihitung.

"Sesuai prosedur, akan dibuat berita acara, difoto, lalu dihitung, dari situ baru tahu berapa angka yang muncul karena kerusakan. Lebih jauh PPK GBK dan panitia sudah ada kesepakatan tentang bagaimana tanggung jawab atas kerusakan. Itu semuanya bisa dihitung dalam bisnis di bidang olahraga," ujar Winarto.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow