Empat Atlet Sumut Sumbang 4 Perak dan 2 Perunggu untuk Indonesia di Tunisia
Empat Atlet Sumut Sumbang 4 Perak dan 2 Perunggu untuk Indonesia di Tunisia
MEDAN - Prestasi membanggakan diraih Atlet National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara (Sumut) dengan mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan ‘Para atletik Grand Prix Tunisia 2019’.
Pada event yang dimulai 28 Juni hingga 1 Juli itu, Indonesia meraih 4 emas, 11 perak, 2 perunggu dan berada pada posisi lima besar dari 43 negara peserta.
Dari torehan media itu, sebanyak empat atlet Sumut ikut menyumbangkan medali. Mereka antara lain Putri Aulia di nomor T13 200 meter (perak), T13 100 meter (perunggu). Eko Syahputra di T12 200 meter (perak), T12 100 meter (perunggu), Nur Very Pradana di T44/46 200 meter (perak), dan Alan Sastra Ginting F57 lempar cakram (perak).
Ketua NPC Sumut Alan Sastra Ginting mengapresiasi prestasi itu. Menurut Alan, selain prestasi medali, Grand Prix kali ini merupakan merupakan ajang pengumpulan poin dan perbaikan peringkat bagi atlet untuk tampil di Paralimpiade 2020 Tokyo. “‘Alhamdulillah atlet Sumut memberikan kontribusi bagi Indonesia dengan empat medali perak dan dua perunggu. Dengan hasil peroleh ini, baik dari segi prestasi, atlet â€" atlet NPC Sumut bisa bertahan di level paralimpik, untuk menembus ke Paralimpiade 2020 Tokyo,†ujarnya.
Dikatakan Alan, dengan prestasi tersebut, saat ini keempat atlet juga masuk dalam ranking 10 besar paralimpik internasional, dan berpeluang besar bisa berlaga di Paralimpaide 2020. Seperti Putri Aulia yagn masuk rangking dua dunia. Kemudian Eko Saputra ranking 7 dunia, Very ranking 3 dunia dan Alan masuk dalam ranking 6 dunia.
“Dari empat atlet kita ini masih bisa bersaing dengan atlet â€" atlet level internasional sekelas paralimpik. Sekarang ini kita masih masuk di 10 besar. Auli Putri dua besar dunia. Saya enam besar, Nur Very tiga besar, dan Eko tujuh besar. Untuk ke depannya Insya Allah kita bisa mempertahankan ranking ini. Insya Allah kita akan tembus di Paralimpiade Tokyo,†ujarnya.
Untuk bisa lolos ke paralimpaide 2020, Alan Sastra dkk kembali harus bisa mengumpulkan poin sekaligus perbaiki ranking pada dua sisa seri grand Prix selama tahun 2019. Minimal ada dua seri yakni di Paris pada Agustus serta terakhir di Dubai pada November. “Selesai Grand Prix dari Tunisia, Insya Allah bulan Agustus akan kita ikuti di Paris, dan terakhir di Dubai. Mudah â€" mudahan kita bisa pertahankan prestasi ini. Harapan saya ke depan kepada pengurus untuk terus memberi motivasi bagi atlet â€" atlet yang akan berjuang ke depannya,†ungkapnya.
What's Your Reaction?