BOLAHITA, JAKARTA - Tidak bergulirnya kompetisi di Liga 1 dan 2 ternyata berdampak besar kepada persiapan Timnas Indonesia. Efek terbesar adalah terjadinya penurunan kondisi fisik para pemain timnas Indonesia.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sempat menyebut kondisi fisik para pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan di Jakarta hanya berkisar 30 persen.
Keadaan tersebut direspons Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dengan melarang timnas Indonesia melakukan uji coba sebelum para pemain dinyatakan benar-benar siap.
"Saya minta jangan dulu melakukan sparing partner atau pertandingan persahabatan dengan tim lain kalau belum siap fisiknya," kata Mochamad Iriawan, Kamis (18/02/2021).
Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule itu, kondisi fisik pemain yang mengkhawatirkan, membuat tim pelatih tidak berani mengambil risiko dengan memberi porsi latihan yang berat.
Pada awal-awal latihan, para pemain hanya berlatih satu kali dalam sehari. Namun setelah memasuki minggu kedua, porsi latihan para pemain telah dinaikan menjadi dua kali sehari.
Adapun hingga kini sudah ada beberapa klub yang menyatakan kesiapannya untuk beruji coba dengan timnas Indonesia. Namun hingga kini, belum ada jadwal pasti pertandingan uji coba bakal digelar oleh pasukan Garuda, julukan timnas Indonesia.
Saat ini tim asuhan Shin Tae-yong ini masih berfokus pada pemulihan kondisi fisik para pemainnya dalam training center (TC) yang dijalani. Menurut Mochamad Iriawan, laga uji coba akan tetap diperlukan timnas Indonesia. Karena dengan bertanding, perkembangan pemain dan tim dapat dilihat.
PSSI pun telah merencanakan akan menggelar beberapa pertandingan uji coba bagi timnas Indonesia, saat TC akan berakhir atau kondisi fisik pemain telah pulih kembali.
"Nanti pada saat menjelang usai, saya minta ada tiga friendly match minimal. Syukur-syukur bisa lima. Jadi nanti akan terlihat perkembangan (timnas) U-23 itu," Iwan Bule memungkasi.