Permintaan Ketua Umum Indra Saki Harahap sewaktu pertemuan di Koni
Medan, Senin lalu akan rincian gaji pemain, pelatih dan official
PSMS Medan telah dipenuhi Fityan Hamdy sebagai sekretaris tim.<div><br></div><div>Tadi malam, sekitar pukul 19.00 Wib rombongan
PSMS Medan yang diwakili Suharto AD, Colly Misrun, Mardianto, Fityan Hamdy dan Abdi J Panjaitan mengantarkan langsung ke kediaman Indra Sakti Harahap. Sayangnya Indra Sakti tak berhasil dijumpai. Dua alamat kantor (Jalan Durung, Red) dan kediaman di Jalan Sering No.51, tetap minus Indra. </div><div><br></div><div>Alamat pertama yang dituju rombongan ke Jalan Durung. Malah pegawai Apotik Anugerah menyarankan ke kediaman di Jalan Sering No. 51. "Kami pun langsung kesana, karena tak mau melewatkan janji kami, hari ini memberikan permintaan rincian gaji tim," ujar Fityan Hamdy sekretaris tim. </div><div><br></div><div>"Tapi kami juga tak menemukan Indra Sakti. Setelah memanggil-manggil selama 30 menit, akhirnya ada juga yang keluar. Wanita itu bilang Indra Sakti tidak ada dan istrinya pun katanya ke Deliserdang," sambungnya. Fityan juga menjelaskan dalam garasi rumah itu terlihat jelas Prado dengan plat BK99IG, mobil yang biasa digunakan Indra Sakti Harahap terparkir. </div><div> </div><div>Kekesalan wajar dirasakan perwakilan
PSMS yang mendatangi kediaman Indra Sakti. Apalagi meminta rincian gaji tim merupakan permintaan ketum
PSMS tersebut saat pertemuan di KONI
Medan, Senin pagi lalu. Bahkan janji mengaktifkan telepon selularnya juga gagal dipenuhinya. </div><div><br></div><div>"Saya sudah siapkan semua sesuai permintaannya, nomornya tak aktif. Kalau memang tak mau berkomunikasi, kami semua tim tak menyerah. Kami akan langsung datang ke rumahnya," pungkasnya. (
Bolahita)</div>