Tak beresnya Indra Sakti Harahap menjadi Ketua Umum (ketum)
PSMS Medan semakin disoroti. Setelah ngeles dan berjanji kesekian kali saat pertemuan di KONI
Medan lalu, ketum pun kembali sulit ditemui. <div><br></div><div>Tapi bukan berarti tim menyerah dengan situasi. Perjuangan menuntut hak yang tak diberikan ketum terus diperjuangkan. Tak hanya pemain, pelatih dan manajemen yang mencari Indra Sakti Harahap. Kini kekesalan datang dari mantan pemain PSMS.</div><div> </div><div>"Saya heran nengok Indra ini. Sebenarnya apa yang dia cari di
PSMS ini. Kalau memang sudah tak sanggup ya mundur. Siapa tau setelah mundur, banyak yang perduli dengan tim ini," ujar Jampi Hutauruk.</div><div><br></div><div>Malah jika bertemu Indra, Jampi akan mempertanyakan alasan dia mau jadi ketum PSMS. "Apa sih cita-cita Indra di PSMS? Tak membayar gaji. Sekarang dengan kondisi yang sekarang ini, Indra ini mau memajukan atau menghancurkan PSMS," tanya Jampi lagi. </div><div><br></div><div>Apalagi ketika Jampi yang sering berkomunikasi soal perkembangan
PSMS dengan kedua asisten pelatih Mardianto dan Colly Misrun, sumbangsih Indra Sakti ternyata nol besar. </div><div><br></div><div>"Di putaran kedua yang sudah bebannya berkurang jauh, tetap dia tak ada memberikan pembayaran. Kalau sudah ngak sanggup, ya mundurlah.
PSMS inikan punya masyarakat
Medan, bukan Indra," sindirnya.</div><div><br></div><div>Diminta mundur, Indra Sakti tak dapat dimintai komentarnya. Nomor telepon yang biasanya digunakan berkomunikasi dengan media dan tim, tak aktif lagi.(
Bolahita)</div><div><br></div><div><br></div>