Sukses mengambil enam poin dari dua laga tandangnya di Persih Tembilahan dan Persisko Tanjabar,
PSMS Medan berhasil membuka kans lolos ke babak 12 besar Divisi Utama PT. Liga Indonesia. <div><br></div><div>Tim asal Kota
Medan ini hanya membutuhkan minimal 7 poin lagi untuk memastikan tiket lolos ke babak selanjutnya.</div><div><br></div><div>
PSMS memperbesar kans lolos jika dalam partai kandang melawan PSAP Sigli, Sabtu (25/5) di Stadion Teladan kembali mendapatkan poin penuh. Sayangnya cemerlangnya performa permainan Hardiantono dkk terganggu kembali dengan masalah financial. </div><div><br></div><div>Dalam persiapan menuju pertandingan sejumlah pemain belum mau hadir karena gaji yang belum terbayarkan. Sebut aja Ade Candra Kirana dan Alamsyah Nasution. </div><div><br></div><div>"Ini problem yang terjadi saat ini. Padahal semua pemain sangat bersemangat tetap menjaga peluang lolos ke fase 12 besar. Tapi kenyataan ada pemain yang tidak hadir latihan persiapan. Meskipun sedikit terganggu, dalam latihan terakhir anak-anak masih terlihat termotivasi," ujar Suharto AD pelatih PSMS. </div><div><br></div><div>Problem ini diyakininya bisa saja mempengaruhi sikis pemainnya. "Ini sangat menganggu semangat anak-anak. Ketua umum sendiri sudah lepas tangan. Tidak perduli dengan peluang tim lolos ke babak selanjutnya," sambungnya.</div><div><br></div><div>Secara teknis, kekuatan PSAP memang tak bisa disepelekan. Meskipun datang ke
Medan hanya dengan 16 pemain, tim besutan Rudi Saari juga membidik peluang. </div><div><br></div><div>"Mudah-mudahan anak-anak bisa mempertahankan performa saat dua laga lalu. Ini penting bagi kita menjaga peluang," harap Suharto. (
Bolahita)</div>