BOLAHITA, BANTUL - Kekecewaan mendalam terlihat dari kubu PSIS. Ini tidak lain karena kekalahan menyakitkan 1-4 dari Persija Jakarta pada pekan kelima GO-JEK Liga 1 2018. Menjamu Persija di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (20/4/2018), PSIS tak berdaya.
Hasil ini terbilang di luar dugaan. Itu karena PSIS baru saja memenangi laga lawan
PSMS di pekan sebelumnya. Kemenangan 4-1 atas tim berjuluk Ayam Kinantan itu hilang tidak berbekas.
Bagaimana tidak, mampu mengimbangi di babak pertama dan bahkan lebih banyak menekan, PSIS ternyata terkapar di babak kedua. Serangan bergelombang dari Persija yang sebenarnya turun tidak dengan kekuatan terbaik, justru mampu lebih dominan di babak kedua.
Imbasnya, empat gol dengan mudah bersarang secara beruntun di gawang tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar. Kehilangan pilar di pertahanan seperti bek Petar Planic dan kiper Jandia Eka Putra ternyata cukup membawa pengaruh solidnya lini belakang PSIS.
Akhirnya, harapan kembali mencatat poin penuh di kandang tak terwujud. Yang hadir justru kekalahan menyakitkan disaat mental tim tengah tumbuh.
"Kecewa pasti. Namun kami harus segera berbenah untuk bangkit. Tak boleh terus larut dalam kesedihan. Ini jadi pelajaran berarti untuk kami," ucap kapten tim Haudi Abdillah.
Barisan lini depan Persija di laga itu benar-benar jadi mimpi buruk bagi PSIS. Bek Rio Saputra yang menggantikan peran Petar Planic tak mampu mengimbangi gedoran Marko Simic dan kawan-kawan.