Situasi
PSMS Medan yang tak jelas semakin merumitkan. Itu setelah CEO
PSMS Medan, Idris SE mengaku tak sanggup lagi mengurusi klub kebanggaan Kota
Medan tersebut.<br><br>Bersama PSMS, Idris mengaku tugas terakhirnya adalah melaksanakan Rapat Umum Luar Biasa bersama anggota klub intern
PSMS Medan. "Saya sudah angkat tangan, Saya menyerah. Selama ini sudah banyak memberi pengabdian. Tapi apa yang kami lakukan ternyata tak cukup," katanya kepada media.<br><br>Jika tak mau lagi mengurus PSMS, bagaimana dengan gaji pemain yang belum terbayarkan? Mantan manajer
PSMS musim Divisi Utama ini mengaku pasrah. Ketiadaan dana menjadi alasan yang selalu disebutkan. <br><br>"Kalau memang ada dana ya kita bayarkan. Kalau tidak ada, mau bagaimana. Ini kan urusan pemain dengan PSMS, bukan dengan Idris. Tapi Saya tetap komit akan membayarkan jika dana itu sudah ada,"pungkasnya. (
Bolahita)<br>