Januari Mendatang, Marah Halim Cup Dihembuskan Kembali

Januari Mendatang, Marah Halim Cup Dihembuskan Kembali

Oct 16, 2015 - 10:58
 0
Januari Mendatang, Marah Halim Cup Dihembuskan Kembali
Yayasan Marah Halim mengumumkan kembali rencana turnamen
MEDAN. BOLAHITA - Sempat bermasalah dan batal, turnamen Marah Halim Cup kembali direncanakan pada Januari atau Februari 2016 mendatang. Yayasan Marah Halim menjadi inisiator kegiatan.

Yayasan akan bekerjasama dengan Tim Transisi / Kemenpora untuk menggelar turnamen yang dahulu mampu menghadirkan tim-tim luar negeri itu. "Kegiatan ini jangan ditafsirkan macam-macam, apalagi kaitan politik. Kita hanya ingin kembali menggelorakan persepakbolaan tanah air," ujar Ketua Yayasan Marah Halim Mukhsin Pohan.

"kami sudah konsolidasi dengan berbagai pihak termasuk tim transisi untuk menggelar turnamen yang sudah lama tertunda ini," sambungnya.

"Kami merasa dukungan yang besar dari tim transisi dan ketua kehormatan yang juga Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi untuk menggelar Piala Marah Halim. Itu yang mendorong kami," tambah Mukhsin.

Turnamen bergengsi yang ditunggu masyarakat Medan dan Sumut itu akan diikuti delapan peserta, dua dari finalis Piala Kemerdekaan yakni PSMS dan Persinga Ngawi dan semifinalis Piala Presiden, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Mitra Kukar,  Arema Cronus. Dua lainnya adalah Persija dan Persebaya dari Piala Kemerdekaan. 

"Dua tim perserikatan seperti Persija dan Persebaya harus ambil bagian juga untuk bersaing dengan PSMS," tuturnya.

Menurut Pohan, turnamen yang sudah mendapatkan dukungan penuh dari Tim Transisi Tata Kelola Sepak Bola Kementerian Pemuda dan Olahraga itu untuk membangkitkan kembali sepak bola Sumut khususnya Medan, di kancah nasional dan internasional. "Saya menginginkan turnamen itu menjadi nomor satu di tingkat nasional," ucap cucu mantan Gubernur Sumut itu.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Sakhyan Asmara yang juga anggota dewan pembina yayasan Marah Halim menjamin dukungan dari Menpora Imam Nahrawi untuk penyelenggaraan even ini.

Bahkan tim transisi ingin turnamen ini secepatnya bisa digelar. "Menteri sangat antusias dan support pada even ini. Kementrian akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk memberi kemudahan kepada penyelenggara Marah Halim Cup," tutur Sakhyan didampingi pengurus Yayasan Marah Halim lainnya antara lain Akbar Siregar, Dewi Budiati dan Basyaruddin Daulay.

Yayasan Marah Halim menjanjikan hadiah Rp1,5 miliar kepada juara. "Turnamen ini kita laksanakan dalam rangka merespon bangkitnya sepakbola Sumatera Utara yamg ditandai dengan PSMS menjadi juara Piala Kemerdekaan," tambah Sakhyan.
Turnamen yang digelar sejak tahun 1972 ini selalu menghadirkan PSMS Medan sebagai tuan rumah. Ayam Kinantan sendiri menjadi juara dua kali yakni pada tahun 1972 dan 1973.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Marah Halim  Akbar Siregar menambahkan, semangat juang untuk kembali menggelar turmanen Marah Halim itu berjalan dengan baik. "Saya selaku anak muda sangat memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mendukung bergulirnya turnamen tersebut tanpa adanya konflik," ujarnya.

Dengan begitu, tambah Siregar, sepakbola Sumut mulai dipandang kembali dikancah internasional. "Yayasan Marah Halim tetap terus membina pemain muda untuk PSMS," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow