BOLAHITA.COM - Ancaman tak dapat mengikut kompetisi musim depan semakin mendekati
PSMS Medan. Menuju bergulirnya kompetisi 2013/2014, dualisme kepengurusan sepertinya kembali akan lahir.<div><br></div><div>Komite penyelamat yang diusung pengurus
PSMS LPIS dengan dukungan 36 klub anggota sepakat segera menggelar Musdalub dan mencabut mandat Benny Sihotang dan Indra Sakti Harahap. Sementara itu, pengurus
PSMS yang berkompetisi di PT. Liga Indonesia tidak mengakui adanya komite tersebut.</div><div><br></div><div>"Jangan bodoh, inikan kerjaan Julius Raja dan dia yang buat
PSMS dua. Setelah
PSMS LPIS tak diakui, kenapa dia tiba-tiba mau mengganggu
PSMS PT. Liga," ujar Martius Latuperisa sekum
PSMS versi Indra Sakti.</div><div>Menurutnya apa yang terjadi saat ini sebuah keanehan dalam berorganisasi.</div><div><br></div><div>"Pertama klub-klub yang mendukung harus memanggil Indra Sakti, minta pertanggungjawaban. Setelah itu berkumpul lagi dan membahas mau diapakan Indra Sakti ini. Bukan tiba-tiba ada gerakan mau mencabut mandat. PSSI juga tidak bodoh, bagi kami
PSMS tak pernah dua. Kalau mau satu, datanglah mereka. Kalau mereka tetap gelar Musdalub, kami akan tuntut," ancam Martius.</div><div><br></div><div>"Pada prinsipnya kami juga mau
PSMS ini bagus. Tapi harus sesuai dengan mekansime. Dan pertemuan mereka di KONI itu juga dipenuhi pengurus
PSMS LPIS kok," tambahnya.</div><div><br></div><div>Bagi PSSI, masalah yang terjadi di
PSMS tak dapat dijangkau. Namun Djohar Arifin menegaskan, jika belum menyelesaikan utangnya dan dualisme kepengurusan, tim asal Kota
Medan tersebut akan ditinggalkan. </div><div><br></div><div>"Ini semua kembali ke keputusan anggota klub PSMS. Rangkul pengurus lama, seperti Indra Sakti dan Benny. Biar di kemudian hari tidak ada masalah lagi soal legalitas. Dan rapat anggota klub mengutamakan harus legalitas. Musim depan
PSMS harus satu. Kalau tidak satu, harus kita tinggalkan. PSSI tidak mencampuri urusan klub dan PSSI memegang yang sesuai dengan AD/RT," kata Djohar Arifin saat menghadiri pertemuan 36 klub di KONI
Medan (31/8) kemarin.</div>