ATLET FUTSAL INDONESIA MUHAMAD ZIDAN TETAP UTAMAKAN PENDIDIKAN DI TENGAH KARIER PROFESIONAL

Atlet futsal Indonesia, Muhamad Zidan, tetap mengutamakan pendidikan meski saat ini tengah meniti karier sebagai pemain futsal profesional.

Mar 6, 2026 - 00:00
Mar 6, 2026 - 00:00
 0
ATLET FUTSAL INDONESIA MUHAMAD ZIDAN TETAP UTAMAKAN PENDIDIKAN DI TENGAH KARIER PROFESIONAL
Atlet futsal Indonesia, Muhamad Zidan

ATLET FUTSAL INDONESIA MUHAMAD ZIDAN TETAP UTAMAKAN PENDIDIKAN DI TENGAH KARIER PROFESIONAL

FUTSALHITA - Atlet futsal Indonesia, Muhamad Zidan, tetap mengutamakan pendidikan meski saat ini tengah meniti karier sebagai pemain futsal profesional.

Pemain yang memperkuat klub Kuda Laut Nusantara di Pro Futsal League Indonesia itu berkomitmen menyelesaikan studinya di tengah jadwal latihan dan pertandingan yang padat.

Saat ini Zidan tercatat sebagai mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta pada jurusan Ekonomi Bisnis dan telah memasuki semester akhir. “Sekarang tinggal menyelesaikan tugas akhir,” ujar Zidan di Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Membagi waktu antara kuliah dan aktivitas sebagai atlet profesional tentu bukan perkara mudah. Namun, Zidan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan agar pendidikan dan kariernya di dunia futsal tetap berjalan seimbang.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak kampus memberikan dispensasi ketika dirinya harus mengikuti pertandingan bersama klub atau menjalani agenda kompetisi.

“Kalau ada pertandingan biasanya saya mendapat dispensasi dari kampus. Tapi kalau tidak ada pertandingan dan hanya latihan, saya tetap masuk kuliah seperti biasa. Waktu antara kuliah dan latihan masih bisa diatur,” jelasnya.


Komitmen tersebut juga terlihat dari capaian akademiknya. Zidan menyebutkan bahwa indeks prestasi kumulatif (IPK) terakhir yang diraihnya berada di angka 3,2.

Meski serius berkarier di dunia olahraga, Zidan mengaku tetap mempersiapkan masa depan dengan matang. Ia menyadari bahwa karier sebagai atlet memiliki banyak risiko, sehingga pendidikan menjadi bekal penting untuk kehidupan setelah pensiun dari dunia olahraga.

“Futsal memang menjadi cita-cita saya, tetapi saya juga tetap memikirkan masa depan. Orang tua selalu mengingatkan bahwa kita tidak boleh hanya memiliki satu rencana,” tutupnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow