MEDAN, BOLAHITA - Sebanyak 70 pejudo dari 14 kecamatan tampil bersaing menjadi yang terbaik di Pekan Olahraga Kota (Porkot)
Medan VII 2015. Dalam jumlah tersebut telah menunjukkan peningkatan jumlah pejudo yang ikut dalam even tahunan ini dari pada tahun-tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Judo di Porkot
Medan VII, Deni Zulfendri, Minggu (4/10) disela jalannya pertandingan. Mantan pejudo nasional yang langganan medali emas di setiap penampilan di PON itu menyatakan, untuk Porkot
Medan tahun ini lebih semarak ketimbang tahun sebelumnya, dimana hanya beberapa pejudo saja yang tampil di kejuaraan ini.
"Saya sangat bangga dan senang melihat antusias para pejudo junior maupun senior yang berebut untuk tampil di Porkot ini, setelah kepengurusan Pengcab PJSI dipimpin ketua yang baru bapak Hugent," sebutnya.
Sebelumnya ketika pembukaan cabang olahraga judo pada Porkot
Medan VII 2015 yang langsung disaksikan Ketua Biro Rencana Program dan Anggaran KONI
Medan Suryadi, SE , Ketua Pengcab PJSI, Hugent dalam arahannya menyampaikan, olahraga jugo merupakan olahraga yang sangat menjunjung tinggi persaudaraan baik sesama insan judo maupun tidak.
Untuk itu sebut Hugent, dengan banyaknya animo pejudo yang tampil di Porkot ini telah menunjukkan bahwa seluruh atlet judo selama ini telah menginginkan perubahan di tubuh organisasi judo. " Ke depan kita menomor satukan pembinaan di setiap dojo-dojo yang ada dengan sesering mungkin memonitor perkembangan yang ada," sebutnya.
Pada kesempatan yang sama senioren judo Sumut, sekaligus penasehat PJSI Sumut, Tengku Azwar Azis dalam amanahnya menuturkan, dengan Porkot ini mudah-mudahan olahraga bela diri tertua di dunia ini akan semakin berkembang di Kota
Medan, bahkan dapat melahirkan pejudo yang memiliki potensi tinggi untuk dibina menjadi pejudo yang disegani di negeri ini.
"Saya ingin, seluruh komponen baik itu senioren, atlet judo baik itu junior dan senior bahkan kepengurusan Pengcab PJSI Kota
Medan yang sebentar lagi akan dilantik, untuk menjaga dan mempererat rasa persaudaraan yang telah diembankan dalam semboyan yang ada di tubuh judo dunia, agar kita tetap melaksanakan roda organisasi semakin tumbuh dan melahirkan pejudo yang benar-benar berprestasi," imbaunya.
Deni Zulfendri kembali menjelaskan, dalam Porkot VII 2015 kali ini cabang olahraga judo dalam pelaksanaannya telah mengacu dengan peraturan nasional yang telah baku seperti wasit yang memimpin pertandingan telah memiliki lisensi serta menggunakan sistem rolling poin dan penilaian poin memakai skoringbaord ketika bertanding.
"Jadi even ini benar-benar mengacu kepada peraturan nasional dan tidak dilaksanakan dengan asal-asalan saja. Dengan menggunakan sistem mengacu ke peraturan nasional itu, seluruh pejudo yang akan bertanding di kejuaraan lainnya di berbagai daerah tidak terkejut lagi dengan menggunakan peraturan nasional," ungkap Deni.