BOLAHITA - PSMS Medan akhirnya melakukan pencoretan sebanyak delapan pemain. Nama-nama seperti Haris Tuharea, Faisal Azmi, Fajar Fitri Adinata, Femi, Imam Baihaqi, Riskandi Lestaluhu, Putra Habibi dan M Yasir masuk dalam evaluasi. Melawan PS Bank Sumut, mereka sudah tak lagi berbaju kebesaran hijau-hijau.
Pelatih
PSMS Medan Suharto AD mengaku pencoretan ini murni hasil evaluasi peta persaingan antar pemain. Karena sejak tandatangan kontrak beberapa bulan lalu, manajemen memang sudah menegaskan perubahan komposisi pemain masih diberlakukan. "Mereka masuk dalam evaluasi tim pelatih. Kita melihat pemain yang masuk dalam evaluasi ini tidak mengalami peningkatan signifikan untuk tim," ujar Suharto AD kemarin di Mes Makodam.
Peningkatan signifikan untuk tim yang dimaksud tim pelatih adalah bermain sesuai karakter tim yang dibentuk. "Dari awal terbentuknya tim ini kami sudah tegaskan bahwa peluang mengganti pemain itu tetap terbuka. Yaitu kepada pemain yang dianggap tidak berkembang, tak mampu mengikuti skema permainan. Mungkin bermain di tim lain, mereka akan bermain bagus. Tapi untuk apa yang mau kami bentuk di PSMS, pemain - pemain belum bisa mengikutinya," beber Suharto.
Selain dianggap tak menunjukan perkembangan signifikan ke tim, persoalan Haris Tuharea berbeda. Pemain ini sudah sebulan belum kembali ke
Medan pasca ijin permisi pulang menjenguk ibunya yang sakit. Alhasil eks pemain timnas U19 B ini dianggap mengundurkan diri dari
PSMS Medan. Begitu juga dengan posisi penjaga gawang. "Kemarin itu dia (M Yasir, Red) bergelut dengan cidera. Jadi sekarang penampilannya tidak maksimal," bilang Sahari Gultom.
Sementara itu manajer tim Andry Mahyar mengatakan pencoretan pemain ini adalah hal biasa dalam sepakbola. Pemain yang tidak memberikan kontribusi tentunya akan dievaluasi. "Jadi ini murni hasil catatan dan evaluasi tim pelatih. Mereka (pelatih, red) punya target dalam membentuk tim. Jadi inilah hasil evaluasi mereka. Delapan pemain diputus kontraknya," pungkasnya.