Kucurkan Bonus Atlet, Gubsu : Prestasi Olahraga Sumut Merosot

Kucurkan Bonus Atlet, Gubsu : Prestasi Olahraga Sumut Merosot

Dec 27, 2019 - 08:53
 0
Kucurkan Bonus Atlet, Gubsu : Prestasi Olahraga Sumut Merosot
Pemberian bonus tersebut langsung diserahkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kepada 13 atlet dan 2 pelatih yang ambil bagian di pesta olahraga Asia Tenggara itu di Pendopo rumah dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Kamis (26/12/2019)

BOLAHITA, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kucurkan Rp800 juta yang diperuntukkan bonus bagi kontingen Indonesia asal Sumatera Utara yang meraih prestasi diajang SEA Games 2019 Filipina.

Pemberian bonus tersebut langsung diserahkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kepada 13 atlet dan 2 pelatih yang ambil bagian di pesta olahraga Asia Tenggara itu di Pendopo rumah dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Kamis (26/12/2019). "Sekarang hanya 13 atlet yang ikut SEA Games. Kedepannya, saya mau (atlet Sumut) mendominasi. Saya mau nanti kita semua bangkit," tutur Edy dalam sambutannya.

Pemberian bonus itu dirangkai pada tali asih atlet dan pelatih Sumatera Utara berprestasi di SEA Games XXX, Peparnas IX, Popnas XV, dan Pospenas VIII. Turut dihadiri anggota Komisi VII DPR RI Gus Irawan, Wagubsu Musa Rajekshah, Sekda Provsu Sabrina, Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis dan jajaran, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian dan lainnya.

Edy mengaku, jika prestasi olahraga provinsi ini merosot, bila dibandingkan era jauh sebelum sekarang ini. Mantan Pangkostrad TNI AD itu pun mendorong prestasi olahraga harus ditingkatkan.

"Tidak berlebih kalau saya katakan Sumut adalah provinsi yang terbaik dari provinsi lainnya, kecuali ibukota, Jakarta. Karena letak geografisnya, dulunya saingan kita adalah negara tetangga. Singapura, Thailand, Malaysia. Bukan Riau atau daerah lainnya. Tapi sekarang ini kita nomor 24. Saya yang minta maaf, untuk itu kembalikan ke posisinya. Tugas saya siapkan sarana dan prasarana," akunya.

Bahkan, Edy menyoroti pesepakbola handal provinsi ini yang mulai menghilang dan tak lagi menjadi pilihan utama pasukan Garuda. "Pemain bola, dulu lahir di Sumatera Utara ini. Sekarang kita justru datangkan pemain bola dari daerah lain, yang jauh," sebutnya.

Ada pun penerima tali asih tersebut, antara lain, atlet Wushu, Harris Horatius, yang meraih satu medali emas, dan dua medali perak, Aldila Indriyati (boling) 1 emas, Agustina Mardika Manik (atletik) 1 perak dan 1 perunggu, juga dua pesepakbola, Egy Maulana Vikri dan Firza Andika yang harus puas medali perak diajang tersebut. Serta dua pelatih Novita (wushu) dan Doni Dharmawan (karate).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow