Pasca terpilihnya Indra Sakti sebagai ketua umum
PSMS Medan periode 2012-2016, terlihat spanduk dukungan terhadap salah satu bakal calon ketua umum sudah dipasang. Salah satunya ada di depan gedung mantan PSMS. Dalam spanduk berwarna hijau itu tertulis, “Suporter
PSMS Medan Mendukung Abangda Naldi Siregar Menjadi Ketum
PSMS Medan 2012-2016.<br> <br>Naldi Siregar adalah Ketua Kesatuan Anak
Medan Pecinta Ayam Kinantan (KAMPAK) FC. Naldi yang diwawancarai soal spanduknya, menegaskan siap menjadi ketua umum jika diberi amanah. “InsyaAllah diberi amanah, saya siap,” ujarnya. Dia menegaskan, penyelamatan
PSMS untuk menjadi tim kebanggaan Kota
Medan haruslah dilaksanakan dengan langkah-langkah baik dan benar. Naldi mengatakan pelaksanaan Rapat Umum Luar Biasa haruslah pengurus harian dan klub pemilik
PSMS diverifikasi sebelum ikut rapat.<br> <br>“Langkah-langkah ini agar
PSMS ke depan tampil sebagai tim kuat, tanpa gontok-gontokan ataupun dualisme. Bagi calon yang sempat aklamasi dalam RULB, kalau benar ingin berbakti untuk PSMS, ayo ikut yang RULB yang akan diselenggarakan habis lebaran ini. Bukan curi start, kayak yang dilaksanakan orang-orang enggak jelas itu. Itu baru anak
Medan,” tuturnya.<br> <br>Bukan hanya Naldi, RULB versi Pengurus
PSMS juga bertambah calonnya, seiring kepastian Freddy Hutabarat menentukan arah dukungan. Freddy mengaku tetap maju sebagai bakal calon ketum PSMS, pada RULB yang direncanakan digelar usai lebaran. Dia mengatakan, RULB
PSMS itu sah, jika digelar pengurus PSMS.<br><br>“Saya tetap maju sebagai calon ketum PSMS. Saya menilai, RULB sah, jika pengurus
PSMS yang menggelar. Jadi saya tidak takut, apapun yang terjadi di belakang hari karena ini sudah sesuai dengan AD/ART PSMS,” ujarnya.<br><br>"Pelaksanaan musyawarah luar biasa haruslah dilakukan pengurus harian dan klub pemilik klub anggota PSMS," kata Naldi Ketua Kampak. Sebelum menggelar musyawarah, Naldi juga mengharuskan verifikasi klub-klub PSMS. "Langkah-langkah ini agar
PSMS kedepan tampil sebagai Jagoan
Medan. Tidak ada lg gontok-gontokan apalagi dualisme seperti sekarang ini,"sambungnya.<br><br>Naldi melihat mengembalikan kejayaaan
PSMS bukanlah hal yang mudah. Makanya dualisme saat ini sebenarnya tak perlu terjadi. Apalagi dengan melupakan peran penting pemerintahan Kota
Medan. "
PSMS butuh dukungan dana dan fasilitas. Dan pemerintah kotalah yang punya kelebihan menggerakkan partisipasi masyarakat dan kalangan usaha di Kota
Medan," kata Naldi.(
Bolahita)<br>