PON III di Sumut 1953, Dihadiri Sukarno
PON III di Sumut 1953, Dihadiri Sukarno
Setelah perang, PON pertama kali berlangsung di Jakarta (PON II) yang berlangsung 21 October s/d 28 October 1951. PON III di Medan dilangsungkan pada tanggal 20 September s/d 27 September 1953. PON I dilaksanakan di Solo sebelum perang mulai dari 8 September s/d 12 September 1948.
Dalam masa persiapan PON III ini, Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Sultan Hamengku Buwono IX (Sultan Djogja) berkunjung di Medan. Di bandara pagi ini (Het nieuwsblad voor Sumatra, 30-01-1952) HB IX disambut Residen Sumatra Timur, Muda Siregar mewakili Gubernur dan Ketua Panitia PON III, Gading Batubara.
Tujuan kedatangan untuk melakukan pembicaraan dengan Gubernur Sumatra Utara, Abdul Hakim Harahap tentang pembangunan stadion, perumahan atlet dan pembiayaan. Jumlah peserta dalam kompetisi multi sport event ini akan diharapkan, bahkan lebih besar daripada di Jakarta, di mana 2.500 atlet ambil bagian di PON II.
PON III kemungkinan akan diselenggarakan di Medan pada bulan Juni atau Juli 1953 yang ditetapkan di Stadion Jalan Radja. Rencana lokasi stadion ini berada di selatan dari pemakaman di jalan Radja (sebelah kiri ke arah Tandjong Morawa) yang akan membangun stadion permanen, yang diproyeksikan menelan biaya sekitar Rp 5 juta.
Bulan September 1953 adalah target untuk PON III (seperti yang terjadi dengan PON I dan PON II), tetapi karena hujan di Sumatra Timur, mereka berharap untuk menjaga festival olahraga di sini dua atau tiga bulan sebelumnya.
Jumlah peserta dalam PON III mungkin akan melebihi 3.000. Gading Batubara menyatakan bahwa mereka diharapkan 50.000 orang dan lebih dari 4.000 tamu dari tempat lain (atlet, pejabat, dll) yang membutuhkan perumahan selama di Medan.
Belum ada kepastian soal mendapatkan anggaran. Secara total diperlukan sebanyak Rp 7 juta. Pemerintah hanya menyediakan sebanyak Rp 750.000.
Gading Batoebara. Anak Padang Sidempuaan, kelahiran Hutapadang, Sipirok 10 Oktober 1901
What's Your Reaction?