Hingga malam ini, belum ada kepastian rombongan
PSMS Medan menuju Bengkulu. Koordinasi yang tak jelas dari Yusrizal (wasekum) soal tiket keberangkata
membuat tim terus menunggu dari pagi di Mes Kebun Bunga. Alhasil peluang Walk Out (WO) semakin membesar.
Tim asal Kota
Medan tinggal memiliki waktu besok pagi (Selasa, Red) dan itupun harus tiba di Bengkulu sebelum pertandingan. Jika juga tak datang, siap-siaplah mendapatkan sanksi dari dari PT. Liga Indonesia (baca pasal 60 dibawah, Red).
Kenapa bisa terjadi? Pelatih Suharto AD bersama manajemen sebenarnya sudah mencoba berdialog dengan pemain.
Memberikan pemahaman soal prestasi dan masa depan jika berhasil menembus babak 12 besar. Namun karena rasa jengkel sering dibohongin Ketua Umum (ketum)
PSMS Medan, Indra Sakti Harahap dan manajer Sarwono, membuat pemain tak mau bersabar lagi. Malah prilaku Indra Sakti Harahap dengan mematikan handphone diterapkan Sarwono.
"Kami sudah dari jam 7 pagi disini menunggu soal keberangkatan. Tapi soal koordinasi keberangkatan tidak jelas, padahal kami memiliki sektim disini. Namun malah soal keberangkatan diurus oleh pengurus yang selama ini tidak pernah melakukannya," ujar Suharto.
"Kami bersama pelatih dengan manajemen hari ini sudah beberapa lagi harus rapat dengan semua pemain.Kami memberikan gambaran soal tim kedepannya. Bahkan Nata (ketua Smeck, Red) juga hadir.Namun anak-anak tetap dengan permintaan, yakni soal gaji. Dimana ketum? Sama sekali tidak berani muncul dan orang yang diintruksikan mengurusi keberangkatan tim pun tak muncul di mess. Pemainkan butuh kejelasan dari orang yang bertanggungjawab," tambahnya.
Pemain sendiri mengharapkan ketua umum Indra Sakti Harahap bisa hadir bertemu di mess. Pasalnya keinginan mereka bertanding dan menembus babak 12 besar harus dibarengi dengan pembayaran gaji mereka.
"Kami dari tadi di mess menunggu pengurus datang, menjelaskan soal gaji kami. Kami sampai malam dan besok pagi (Selasa pagi, Red) ini terus menunggu," ujar Hardiantono pemain
PSMS Medan.
Jika memang
PSMS Medan gagal bertanding di PS Bengkulu, ini adalah kali kedua Ayam Kinantan mendapat Walk Out (WO). Pertama adalah ketika tampil di Indonesia Super League (ISL) di Persiram Raja Ampat. (
Bolahita)
Pasal 60
Pelanggaran dan Hukuman :
Pasal 3:
Klub yang secara sengaja tidak hadir ditempat pertandingan sesuai jadwal yang ditetapkan akan dikenakan sanksi :
- Dinyatakan kalah 0-3, kemenangan untuk lawan, dan atau keduanya dinyatakan kalah 0-3 apabila kedua klub tidak hadir di tempat pertandingan.
- Pengurangan nilai sebanyak tiga poin terhadap perolehan poin yang telah dikumpulkan.
- Sanksi lain dari badan liga