CILODONG, BOLAHITA - Sebanyak empat pemain lama yang baru bergabung kembali ke
PSMS Medan pasca selesai pendidikan militer, belumlah aman. Safrial Irfandi, Fiwi Dwipan, Hamzali dan Andy Prayoga masih dalam tahap pemantauan pelatih.
Begitu juga dengan pemain lama yang juga mendapat saingan. Sistem degradasi dan promosi yang diterapkan tentunya bisa terancam Ahmad Nufiandani dkk. "Semuanya pun sebenarnya belum aman, karena kita senantiasa menerapkan sistem degradasi dan promosi kepada setiap pemain," bilang Suharto AD pelatih
PSMS Medan. Termasuk dengan keempat pemain yang baru datang. Meskipun wajah lama, Safrial Irfandi dkk tetap dalam status seleksi.
"Sudah pasti tidak langsung masuk ke tim, mereka akan kita lihat. Karena di satu sisi kita juga pasti memikirkan selama ini mereka jarang memegang bola. Feeling ball pasti akan hilang. Kita kasih waktu ke pemain untuk mengembalikan itu dan bersaing dengan pemain lain," kata Suharto kepada wartawan. Saat ini jumlah pemain yang berada di Cilodong berjumlah 28 orang. Pengurangan pemain pun dipastikan akan terjadi. Hal ini ditegaskan langsung oleh Suharto AD, yang saat ini tengah serius melihat pemain yang akan dianggap kalah bersaing. "Jumlah mereka (pemain, red) saat ini kegemukan. Jadi kemungkinan adanya pengurangan sangat besar," beber Suharto. Siapa saja yang akan mendapatkan degradasi?
Pelatih yang kini berlisensi C AFC ini belum bisa mengatakannya. Pasalnya dia masih harus melihat perkembangan pemain yang baru bergabung dan rapat dengan tim pelatih soal evaluasi pemain lama. "Kita akan pertimbangan pengurangan pemain ini sebaik mungkin. Dengan melihat jumlah pemain diposisinya, tanpa mengurangi kualitas bermainnya," tegas Suharto.
PSMS Medan sendiri saat ini terus menggelar persiapan mereka di kawasan Divisi I Kostrad Cilodong. Disana mereka menggelar sejumlah try out dan mempersiapkan tim, mengantisipasi jika tiba-tiba kompetisi akan digulirkan.