PSMS Medan yang dipimpin Indra Sakti Harahap kembali ke jalur lama, seperti di Indonesia Super League (ISL). Yakni krisis financial yang tak mampu membayar gaji pemainnya. Bahkan bisa dikatakan, musim Divisi Utama tahun ini, jauh lebih parah.<div><br></div><div>Mulai dari tak mampunya membeli air mineral selama latihan, tak mampunya membeli sabun mencuci baju, hingga berujung diberhentikannya latihan. Terakhir adalah mes
PSMS yang didatangi manajer salah satu perusahaan air mineral, terkait tagihan.</div><div><br></div><div>Pantauan
Bolahita.com, sudah dua kali pihak perusahaan air mineral datang ke mes. Namun usahanya untuk bertemu Indra Sakti Harahap gagal. Alhasil tagihan yang dibawanya hanya dititipkan kepada manajemen yang ada saat itu. </div><div><br></div><div>Tagihan juga mengalir dari biaya pembuatan eboard yang belum dilunaskan. Hingga saat ini, menurut keterangan H. Sariono - mantan ketua Panpel
PSMS yang memilih mundur ini, memang belum dibayarkan.</div><div><br></div><div>Kondisi ini memang sangat disayangkan. Apalagi sampai membuat program persiapan menuju putaran kedua terganggu. Pelatih kepala Suimin Diharja pun tak bisa berbuat banyak. "Bagaimana mau latihan jika kondisinya seperti ini. Kasihan anak-anak, jadi diberhentikan saja dulu, sebelum ada titik terang dari pengurus," ujarnya. (
Bolahita/herman)</div>