PSMS Rencanakan Gelar Latihan. Awas Cluster Baru
PSMS Rencanakan Gelar Latihan. Awas Cluster Baru
Tentu masih ingat dengan cluster baru di Pabrik Sampoerna Rungkut Surabaya? Hari Rabu 29 April 2020, tim tracing satgas percepatan penanganan Covid-19 Jatim berhasil menemukan cluster baru sebaran virus corona di Kota Surabaya dengan jumlah yang cukup banyak.
Catatan Ringan - Abdi Panjaitan.
Penemuan cluster baru di Pabrik Sampoerna Surabaya tentunya sangat mengejutkan. Bahkan dua yang sudah terkonfirmasi kena Covid-19 yang sempat dirawat telah meninggal dunia. Ya, sederhana saja. Covid-19 ini tidak terlihat dan baru diketahui kena atau tidak selama 12 hari kedepan. Inilah yang membuat Pandemi ini sulit kita tebak kapan berlalu.
Penemuan cluster baru di Pabrik Sampoerna Surabaya seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja. Termasuk PSMS Medan yang akan merencanakan latihan di pekan pertama bulan Juni nanti. Niat PSMS memang cukup kuat dan bagus. Ya selain ingin menjaga kondisi fisik pemainnya yang ada di Medan sekitarnya, manajemen tak ingin solidnya tim hilang. Pertanyaannya, apakah manajemen tidak takut bakal adanya penemuan (cluster) baru dari Stadion Kebun Bunga?
Manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang memang menegaskan jika latihan terlaksana akan memprioritaskan protokoler kesehatan. "Kami wacanakan gelar latihan tim lagi agar pemain-pemain PSMS di Medan dapat bersama karena selama mereka sendiri-sendiri, tapi nantinya tetap memperhatikan langkah-langkah protokoler kesehatan dan situasi beberapa hari ke depan," begitu kata Mulyadi Simatupang kepada wartawan.Lihat postingan ini di InstagramKami rindu SSB Generasi yang dulu. Saktiawan Sinaga, Yudi Ramanda dan lainnya. Atau juga SSB Gumarang FC yang juga melahirkan pemain sepakbola ke Liga Indonesia, Safri Koto, Guntur Pranata dan lainnya. Begitu juga dengan SSB - SSB lainnya di Kota Medan. Mulailah fokus dengan apa itu SSB. Membina, bukan meraih juara. Seperti apa program yang pelatih berikan kepada para siswa, akan sangat besar perannya untuk menentukan sepakbola Kota Medan bahkan Sumatera Utara di tahun-tahun selanjutnya. . Ini penting karena saat ini regenerasi pesepakbola kita di Medan sudah terputus. Ada juga yang muncul, tapi dengan catatan dari daerah. SSB di daerah mungkin sangat bergeliat menciptakan pemain. Aldino Herdianto misalnya, bukanlah dari Medan. Lihat saja misalnya, tahun ini PSMS tanpa striker putra daerah. Bagaimana tahun-tahun selanjutnya? Mungkin pemain bawah atau gelandang. Kapan terakhir SSB kalian punya pemain di Liga? Yang ada boleh ditingkatkan. Yang belum ada? . . Stay home stay clean . . . Oleh-Oleh Anti Basi Medanesia Jangan Tinggalkan Medan Tanpa BK 0 TAN Oleh-Oleh koTa medAN @bk_0_tan Selling Roasted Beans | Ground Coffee | Green Beans with high quality @senncoin Bumbu Rempah Asli Nusantara. Open Order At Bebek Pari Kitchen @bebekpari Sport Store Original @pandaramansport . #stayhomewithBolahita #psmsbukanpunyauwak #Bolahita #fotohita #videohita #psms #bolasumut #bolaindonesia #raprapattitude #ribaksude #raprap #tulangBolahita #horasindonesia #psmsforthefuture #Bolahitaforthefuture #covıd19 #stadionkebunbunga #viruscorona #dirumahaja #ssb #askotpssimedan #asprovpssisumut #abdipanjaitan
Rencana bagus memang dari PSMS Medan. Kita harus memuji semangat manajemen tim untuk menjaga target mereka ke Liga 1. Tapi yang harus dipikirkan lagi adalah dengan prioritas protokoler kesehatan. Itu tentu membutuhkan alat, komponen kelengkapan dengan biaya tidak mudah alias mahal. Apa PSMS sanggup? Atau standart protokoler yang disebut hanya dengan cuci tangan, mencuci bola, melarang bersentuhan, pakai masker dan jaga jarak doang setiap latihan?
Jika PSMS tetap bersikukuh menggelar latihan, sudah pasti semua pemain harus dikenakan swab test corona, yaitu adalah pemeriksaan untuk mendeteksi virus corona. Tes ini juga disebut tes PCR (polymerase chain reaction).
Dalam swab test corona, petugas medis akan mengambil sampel apus dari saluran pernapasan. Misalnya, hidung dan tenggorokan. Sampel ini kemudian dibawa diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya DNA virus corona.
Tes PCR menganalisis DNA atau RNA (materi genetik virus) yang terdapat dalam virus. Meski sampel hanya mengandung materi genetik dengan jumlah sedikit, pemeriksaan ini dapat melipatgandakan DNA atau RNA tersebut.
Kemudian, jika Legimin Rahardjo dkk sudah kembali latihan, maka semua pemain wajib stay di satu lokasi, seperti di mess. Ini penting supaya pemain tidak terkontaminasi virus dari luar dan mudah monitoring.
Pemain juga wajib mendapatkan pengecekan suhu sebelum dan sesudah latian. Lalu ada juga perhatian ke pemain untuk diberikan sumplemen dosis tinggi. Tim kesehatan klub dipastikan akan kerja keras untuk situasi ini. Jika ada pemain yang tidak sehat atau suhu badan tak normal, maka tidak diperbolehkan latihan.
Keputusan seperti apa nanti kelanjutan kompetisi di Indonesia memang baru akan didapatkan pada akhir bulan ini. Dimana PSSI memastikan akan mengikuti petunjuk dari pemerintah.
Tapi sekali lagi, ini masih sebatas rencana dari PSMS Medan untuk mengumpulkan pemain dari Medan sekitarnya dan menggelar latihan. Artinya belum pasti dan tetap menunggu intruksi federasi sepakbola Indonesia (PSSI).
Tapi tidak salah juga kita mengingatkan PSMS bahwa keinginan mulia mereka juga memiliki efek besar yang harus dipertimbangkan matang-matang. Ini demi nama besar tim berjuluk Ayam Kinantan.
Kita juga belum mendengar kabar kapan Timnas Indonesia mulai menggelar latihan. Atau juga klub-klub Liga 1 dan Liga 2. Semua masih terfokus dengan Pandemi ini.
Rencana ini sebaiknya masih harus dipertimbangkan dengan keputusan PSSI. Kalau pun lampu hijau untuk menggelar latihan, apa Virus Corona ini sudah benar-benar hilang dari Indonesia? Siapa yang tahu dan siapa yang mau?
Pengen rasanya berdamai dengan Virus Corona. Ingin rasanya bisa beradaptasi dengan Pandemi ini. Kami rindu sepakbola
What's Your Reaction?