BOLAHITA - Selepas sanksi FIFA pada tahun 2016 lalu, akhirnya PSSI bisa melakukan tugasnya dengan bangkit untuk meningkatkan persepakbolaan nasional. Salah satu yang menjadi komitmen PSSI ialah untuk memperkuat sektor kepelatihan, dan dibuktikan dengan lulusnya 1148 pelatih berlisensi D yang digelar di penjuru nusantara sepanjang tahun 2017.
Kursus lisensi D Nasional ialah gerbang paling awal bagi insan sepak bola yang ingin mengabdikan diri menjadi pelatih. Untuk selanjutnya melanjutkan ke jenjang lisensi yang lebih tinggi yaitu AFC C, B, A, hingga PRO yang berlaku dan diterima secara global.
Dan di dalam silabus lisensi D Nasional tercantum filosofi sepakbola Indonesia (filanesia), yang menjadi kurikulum pembinaan sepak bola di Indonesia. Yang diharapkan menjadi fondasi dan pegangan seluruh pelaku sepak bola usia muda di seluruh Indonesia. Karena lisensi D Nasional memang diperuntukkan untuk melatih usia dini dibawah 13 tahun, dan filanesia hadir sebagai panduannya.
PSSI juga menggandeng banyak pihak untuk bersinergi menggaungkan filanesia, salah satunya dengan KONI dan Kemendikbud. Secara menggelar kursus kepelatihan Lisensi D Nasional di POR Pelita Sawangan, Depok, Jawa Barat bagi guru penjasorkes SMP dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini secara resmi sudah dimulai pada hari Sabtu (11/11) dan berlangsung sampai tanggal 18 November.
Berikut daftar pelatihan Lisensi D Nasional selama tahun 2017:
1. Surabaya, Jawa Timur 6-11 Februari, 32 peserta
2. Halmahera Utara, Maluku Utara 1-7 Maret, 23 peserta
3. Lamongan, Jawa Timur 4-9 Maret, 29 peserta
4. Makassar, Sulawesi Selatan 10-15 Maret, 22 peserta
5. Denpasar, Bali 15-21 Maret, 24 peserta
6. Palu,Sulawesi Tengah 24-29 Maret, 26 Peserta
7. Kupang, NTT 2-10 April, 30 peserta
8. Bogor, Jawa Barat 31 Maret-5 April, 30 peserta
9. Bogor, Jawa Barat 7-12 April, 31 peserta
10. Tangerang Selatan, Banten 6-11 Mei, 30 peserta
11. Cilacap, Jawa Tengah 7-12 Mei, 30 peserta
13. Mamuju, Sulawesi Barat 15-20 Mei, 28 peserta
14. Majalengka, Jawa Barat 15-21 Mei, 23 peserta
15. Jakarta Utara, DKI Jakarta 18-23 Mei, 22 peserta
16. Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan 17-23 Mei, 24 peserta
17. Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara 5-10 Juni, 24 peserta
18. Jakarta Utara, DKI Jakarta 8-13 Juni,17 peserta
19. Jepara, Jawa Tengah 9-14 Juli, 30 peserta
20. Surabaya, Jawa Timur 10-16 Juli, 30 peserta
21. Surabaya, Jawa Timur 10-17 Juni, 30 peserta
22. Tuban, Jawa Timur 25-30 Juli, 26 peserta
23. Tangerang Selatan, Banten 6-11 Agustus, 28 peserta
24. Palembang, Sumatera Selatan 8-13 Agustus, 28 peserta
25. Salatiga, Jawa Tengah 21-26 Agustus, 30 peserta
26. Su
medang, Jawa Barat 22-27 Agustus, 30 peserta
27. Jakarta Utara, DKI Jakarta 28 Agustus- 3 September, 16 peserta
28. Banjarbaru, Kalimantan Selatan 25-30 September, 21 peserta
29. Pariaman, Sumatera Barat 22-27 Agustus, 27 peserta
30. Su
medang, Jawa Barat 6-11 Oktober, 32 peserta
31. Jayawijaya, Papua 11-17 Oktober, 24 peserta
32. Buton Tengah, Sulawesi Tenggara 12-17 Oktober, 23 peserta
33. Jambi, Jambi 23-28 Oktober, 21 peserta
34. Palembang, Sumatera Selatan 30 Oktober-4 November, 28 peserta
35. Flores, Nusa Tenggara Timur 6-12 November, 30 peserta
36. Kerjasama dengan Kemendikbud, Sawangan Depok, Jawa Barat 11-17 November, 29 peserta
37. Pekanbaru, Riau 14-19 November, 20 peserta
38. Mimika, Papua 24-29 November, 23 peserta
39. Muara Bungo, Jambi 27 November-2 Desember, 18 peserta
40. Raja Ampat, Papua Barat 4-9 November, 22 peserta
41. Muko-Muko, Bengkulu, 30 Oktober-4 November, 18 peserta
42. Kerjasama dengan Kemendikbud, Sawangan, Depok, Jawa Barat, 11-17 November, 29 peserta
43. Sawangan, Depok, Jawa Barat 11-18 November, 30 peserta