Tak kenal menyerah menuntut haknya. Itulah yang dilakukan pemain, pelatih dan manajemen
PSMS Medan. Tadi siang mereka mendatangi kediaman Ketua Umum Indra Sakti Harahap, di Jalan Sering No. 50.<div><br></div><div>Meskipun tak berhasil bertemu, punggawa Ayam Kinantan tak diam. Mereka menulis poster bertuliskan tuntutan gaji dan memasangkannya di pagar depan rumah Indra Sakti. </div><div><br></div><div>"Oii pak Ketum, keluarlah. Kami datang ini dengan damai, sambutlah," teriak Herman Batak kali pertama di depan pagar. Disusul pemain lain yang berusaha memanggil Indra agar keluar.</div><div><br></div><div>Duapuluh menit memanggil, akhirnya pembantu yang keluar. "Bapak tidak ada di rumah, pergi ke Rantauprapat," ujar wanita tersebut. </div><div><br></div><div>Jawaban ini pun tak memuaskan pemain. Mereka pun membeli karton dan mengapresiasikan tuntutan dalam bentuk tulisan.</div><div><br></div><div>"Kami tidak akan menyerah dengan ini. Hak kami harus dibayarkan Indra Sakti. Kami datang dengan damai, tapi Indra tak berani bertemu. Dia (Indra, Red) tak punya itikad baik soal ini," bilang Irwin Ramadana. </div><div><br></div><div>Aksi damai ini pun mendapat respon dari warga sekitar rumah Indra Sakti. Puluhan warga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak memadati lokasi tersebut. Sambil memfoto pemain PSMS, mereka juga membaca satu persatu poster yang dipasang pemain di pagar.</div><div><br></div><div>Dua jam lebih, aksi ini pun usai. Sekitar pukul empat sore, punggawa Ayam Kinantan memilih kembali ke mes Kebun Bunga. "Kami akan datang lagi, bahkan dalam jumlah yang lebih besar. Untuk saat ini kami masih datang dengan prosedur, dengan niat persaudaraan," pungkas Irwin. (
Bolahita)</div>