Pemain PSMS Ini Dipulangkan Karena Dianggap Tak Layak

Pemain PSMS Ini Dipulangkan Karena Dianggap Tak Layak

Jan 30, 2020 - 12:35
 0
Pemain PSMS Ini Dipulangkan Karena Dianggap Tak Layak
Philep Hansen akhirnya merelakan satu pemainnya dilepas, setelah sebelumnya resmi menandatangani kontrak
BOLAHITA, MEDAN - Nama Adi Irawan masuk dalam gelombang kedua pemain yang menandatangani kontrak bersama PSMS Medan beberapa waktu lalu. Namun, tak lama setelah resmi berbaju Ayam Kinantan, pemain ini dipulangkan. Kenapa?

Ternyata penampilan Adi Irawan selama di gelaran Turnamen Internasional Edy Rahmayadi Cup mendapat sorotan tajam dari para pendukung PSMS Medan. Adi dianggap belum layak masuk ke dalam skuat PSMS karena performanya yang biasa saja. Bahkan sering mendapat cemooh selama pertandingan saat itu dari penonton.

Bagi Adi Irawan sendiri, pencoretan ini sangatlah disayangkan. Apalagi baru saja resmi dan langsung dikabari gagal berbaju Ayam Kinantan.

"Awalnya saya dikontrak Sabtu. Tapi baru dipublikasikan Senin. Nah, setelah dikontrak saya kasih tahu langsung beri kabar baik  ke orang tua saya," kata Adi Irawan.

"Saya beritahu (kabar gembira dikontrak) karena orang tua lagi sakit. Berharap dengar kabar baik itu, Ibu saya bisa cepat sehat. Setelah dikontrak, saya malah dapat kabar dibilang besok pulang (putus kontrak)," ucap Adi Irawan bercerita.

Pemutusan kontrak itu menjadi tanda tanya bagi sang pemain. Ia sempat merasa ada yang janggal dalam pemutusan kontraknya dan berusaha menanyakan perihal tersebut kepada manajer PSMS, Mulyadi Simatupang.

Setelah mendengar penjelasan sang manajer, Adi kian bingung. Sebab alasan yang tidak masuk akal. Ia disebut tidak sesuai kriteria sang pelatih kepala, Philep Hansen.

"Sayapun kaget kenapa gitu. Ya udah saya langsung tanya sama Manajer Pak Mulyadi alasannya kenapa. Dia bilang tidak sesuai kriteria pelatih. Nah di situ saya bingung, kenapa tidak kriteria malah dikontrak? Apalagi saya sudah tanda tangan di materai 6000," ujar Adi Irawan.

Kendati masih sedikit tak terima atas pembatalan tersebut, Adi berusaha legowo meski dirinya harus pulang dengan tangan kosong tanpa mendapat uang kompensasi dan hanya mendapat tiket pesawat.

"Seharusnya saya dapat kompensasi dengan pemutusan kontrak itu. Tapi saya ikhlas saja, tidak mau menjadikan ini masalah. Orang tua saya juga sempat mau menuntut PSMS, tapi saya tenangkan. Mungkin ini belum rezeki saya. Saya juga tidak mau memaksakan harus main di PSMS," ungkapnya. 

"Saya hanya dapat pelajaran sajalah. Karena tidak mau menambah masalah dalam hidup saya. Sepak bola ini saya mau cari prestasi bukan mau cari uang," tutupnya.

Dengan pemutusan kontrak tersebut, saat ini sekuat PSMS berjumlah 20 pemain dan tim berjuluk Ayam Kinantan itu masih berniat untuk mendatangkan sejumlah pemain lain sebelum berlaga di Liga 2 2020.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow