Penggunaan Mes Kebun Bunga Lewat Jalur Hukum
Penggunaan Mes Kebun Bunga Lewat Jalur Hukum
Perebutan penggunaan Mes Kebun Bunga memasuki fase menegangkan. Benny Sihotang ngotot mengusir seterunya dengan berlindung di bawah Pemko Medan.
Sebagai pihak yang benar, Indra Sakti Harahap tak gentar. Malah ketua umum yang berjalan di PT Liga Indonesia menantang lewat jalur hukum.
"Sejauh ini Saya melihat ini bukan kebijakan wali kota Medan. Ini diadakan untuk menakut-nakuti atau mengecilkan kami. Dan kami pasti melawannya," kata Indra Sakti Harahap.
Tindakan yang dinilai arogansi ini, Indra mengharapkan Rahudman sebagai wali kota mencopot orang-orang yang berperan tersebut.
"Jika wali kota tak mampu menjaga situasi dan kondisi PSMS, maka kami tidak menjamin apa yang terjadi. Kalau wali kota juga tak mampu, dia juga harus mundur," sambungnya.
Indra mengaku sebanyak 23 organisasi kemasyarakatan di Sumut menginginkan hal yang sama. "Ini sepak bola yang dilakoni warga putra-putra Kota Medan. Kenapa harus digangguin. Padahal kami tak ada meminta bantuan soal dana. Tapi kami kok dicurangi melalui hal-hal konyol seperti teguran dari dinas pertamanan. Tapi jika undang-undang ada dan benar, kami akan ikuti," ujar Indra.
PSMS yang dipimpinya juga telah melalui proses verifikasi. Begitu juga dengan PSMS Benny Sihotang yang akhirnya dimenangkan oleh Indra Sakti Harahap.
"Kedua PSMS juga diverifikasi dan kami juga sah bermain di PT Liga. Bahkan kita punya suara yang diakui FIFA dan AFC, yakni sebagai vooter di Solo. PSMS sebelah tidak punya suara apapun dalam kongres," beber Indra.
Makanya apa yang dirasakan PSMS PT Liga Indonesia saat ini dianggap bentuk semena-mena dan buah kolusi dan nefotisme. "Kami tidak akan menerima tindakan yang bersifat menghancurkan Kota medan. Tak perlulah mendratisir soal keadaan PSMS, karena kami hanya ingin mengharumkan nama Kota Medan," tegas ketum PSMS tersebut.
Sebagai warga Medan yang taat hukum, maka kepengurusan Indra Sakti menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada Taufik Siregar sebagai tim advokat.
"Awalnya kami sudah selalu mengalah, tapi mereka semakin arogan. Sekarang kami berbalik tidak mengakui PSMS sebelah. Di pertemuan USU lalu kami meminta agar dua PSMS diverifikasi ulang. Nyatanya mereka tidak berani," ingat Indra.
Kenyakinan sebagai PSMS yang benar dan sah, membuat Indra Sakti terus melangkah. Bahkan sangat bersemangat menegakan yang benar. "Dinas pertamanan hanya beralasan soal siapa yang diluan memberikan surat permohonan. Ini konyol sekali dan tidak benar alasannya. Makanya kami menyerahkan ini kepada tim hukum," sindirnya.(Bolahita)
What's Your Reaction?