Raker Anggota Koni Sumut Usung Prestasi Menuju PON 2020
Raker Anggota Koni Sumut Usung Prestasi Menuju PON 2020
MEDAN - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah berharap pencapaian prestasi olahraga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua, bisa lebih baik dari pelaksanaan sebelumnya. Jika pada PON 2016 Sumut mampu menduduki peringkat sembilan, Musa Rajekshah berharap minimal ada peningkatan satu peringkat.
“Kita berharap nanti di PON 2020 Sumut bisa berbicara di tingkat nasional. Kalau lah pada PON ke-19 tahun 2016 Sumut berada di peringkat ke - 9, harapan kami bisa naik minimal satu tingkat lah di PON 2020,†ucap Wagubsu Musa Rajekshah usai membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut di Emerald Garden Internasional Hotel Medan, Jumat (28/2).
Melalui raker anggota KONI, Wagubsu yang didampingi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian berharap raker ini nantinya bisa menyatukan tekad bersama dalam menyusun program kerja untuk satu tahun ke depan, terutama mendukung sukses prestasi di PON 2020. Menurut Ijek, kunci keberhasilan meraih prestasi tidak terlepas dari semangat kebersamaan antara sesama pengurus olahraga dan pemerintah kabupaten/kota serta Provinsi.

“Melalui rapat kerja ini, dibahas betul �" betul lah dan dibahas apa yang menjadi program kerja satu tahun ke depan terutama untuk persiapan PON. Mudah �" mudahan nanti dengan semangat kebersamaan dan semangat Sumut meraih prestasi, Insya Allah mudah-mudahan prestasi olahraga bisa meningkat,†harap Musa rajekshah.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ijek ini di raker ini selain membahas persiapan PON 2020, juga dibahas program pembinaan atlet usia dini yang akan menjadi andalan Sumut di PON 2024, saat Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah bersama. Menyisakan waktu empat tahun lagi, juga harus bisa dimanfaatkan semua Pengprov cabor dengan melakukan kombinasi dengan KONI kabupaten/kota dalam menjaring atlet �" atlet potensial. Mencetak regenerasi atllet menurut Ijek penting, sebagai keberlangsungan pembinaan yang benar.
“Atlet - atlet Sumut tidak hanya atlet yang saat ini. Kami berharap regenerasi atlet ini harus disiapkan dari sekarang. Artinya kita PON 2024 masih ada waktu empat tahun lagi. Pembinaan atlet sudah bisa dilakukan mulai sekarang dari mulai usia dini. Jadi, pada saatnya nanti PON kita tuan rumah sudah bisa ikut bertanding di masing - masing cabor,†pesan Ijek.
Apalagi saat ini pemerintah terus berkomitmen mendorong agar terwujudnya olahraga Sumut bermartabat di tingkat nasional bahkan Internasional. Salah satunya adalah pembangunan sport centre seluas 300 hektar, yang juga sebagai persiapan tuan rumah PON 2024. Ijek bahkan sudah targetkan di PON 2024, Sumut minimal masuk peringkat 4 besar.
“Venue olahraganya sudah ada, master plant nya sudah jadi, lahannya juga sudah ditentukan. Tinggal sekarang bagaimana pengganggaran untuk pembangunannya. Yang jelas pembangunannya nanti multi years dan harapanya ada bantuan APBN. Ini harapan menjadi program strategi nasional untuk sport centre di Sumut,†ungkapnya.

Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan, Raker kali ini selain membahas laporan pertanggungjawaban program kerja selama 2019, sekaligus untuk membahas persiapan menuju PON 2020. Saat ini, Sumut praktis telah meloloskan 184 atlet dari 28 cabang olahraga pada Prakualifikasi PON.
“Awalnya PON 2020 akan pertandingkan 50 cabor, namun akhirnya ditetapkan 37 cabor saja. Total dari 37 yang dipertandingkan di Papua kita loloskan 26 cabor hingga desember 2019. Februari kita dapat kuota lagi di judo dan anggar. Total Sumut meloloskan 28 cabor dengan 184 atlet,†ucap John.
Dikatakan John untuk memaksimalkan persiapan PON, KONI Sumut sudah memulai Pelatda berjalan sejak Januari 2020. Disertai dengan melakukan tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Sedangkan Pelatda berjalam dimulai awal februari. Meski saat ini John mengaku masih ada sejumlah kendala terkait persiapan tuan rumah mulai penginapan atlet hingga venue cabor, namun hal ini tidak menyurutkan atlet Sumut untuk menjadi yang terbaik di PON 2020.
“Kita siapkan atlet menjalani Pelatda PON 2020. Di satu sisi mesti tinggal delapan bulan lagi, sampai saat ini belum ada kepastian tempat tinggal atlet. Sejumlah venue juga masih dalam tahap pembangunan. Begitu pun kita tetap fokus pada program pelatda PON Sumut,†ucapnya.
John juga menyinggung persiapan menuju PON 2024, KONI Sumut juga mulai Juni nanti sudah menyusun pelatda PON jangka panjang. Pihaknya juga meminta pada pengprov Cabor untuk menyerahkan nama - nama atlet terpilih untuk selanjutnya dibina dalam program PON 2024.
Sebelumnya ketua panitia Raker Anggota KONI Sumut tahun 2020 Sakiruddin mengatakan, kegiatan diikuti oleh 64 peserta dari KONI kabupaten dan kota, 90 pengprov cabor, 8 badan fungsional, dan 46 anggota KONI Sumut. Raker akan berlangsung selama 28 Februari hingga 1 Maret mendatang.
What's Your Reaction?