BOLAHITA.COM - Susunan panitia Rapat Anggota Luar Biasa (RALB)
PSMS versi Komite Penyelamat belum rampung, namun beberapa calon ketua umum sudah muncul. <div><br></div><div>Dua nama seperti Randiman Tarigan dan Asrul Azwar dikabarkan siap mengisi posisi tertinggi di klub tersebut.</div><div><br></div><div>Dari dua sosok itu, mantan manajer
PSMS di tahun 2008 lebih difavoritkan. Pasalnya bersama Randiman Tarigan memiliki sejumlah kejayaan. Selain berhasil membawa pulang Piala Emas Bang Yos ke
Medan,
PSMS menjadi runner up, setelah dikalahkan Sriwijaya. </div><div><br></div><div>"Saya salah satu pemain yang merasakan perjuangan Randiman Tarigan bersama PSMS. Ketika itu beliau memang cukup habis-habisan mendukung. Saya rasa cukup pantas jika pak Randiman kembali ke PSMS, beliau juga cukup mengerti sepak bola," ujar Saktiawan Sinaga, pemain PSMS. </div><div><br></div><div>Tak hanya pemain yang mengatakan demikian. Di kalangan suporter sosok Randiman Tarigan memang dianggap jauh lebih baik dari dua ketum sebelumnya, Benny Sihotang dan Indra Sakti Harahap.</div><div><br></div><div>"Secara fakta, ditangan Randiman memiliki prestasi. Dengan kemampuan financial yang pas-pasan,
PSMS bisa juara dua di tahun 2008. Jika memang benar, Randiman ist back. Tapi Randiman juga harus mencermati situasi dua
PSMS saat ini," ujar Pak Us - pentolan suporter
PSMS Fans Club. </div><div><br></div><div>Ketika dikonfirmasi, Randiman yang kini menjabat Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRDSU mengakui mengetahui adanya dualisme. Dirinya jujur tak mau bergabung ke
PSMS bila akhirnya nanti ada yang tersakiti. </div><div><br></div><div>"Kalau Saya diminta kembali, Saya berharap dua
PSMS ini harus bersatu dululah. Saya tak mau masuk jika nanti ada yang tersakiti. Buat apa, karena misi kita bersama adalah membawa
PSMS maju," jawabnya. </div><div> </div><div>Begitu juga dengan kedua ketum, Randiman mengingatkan agar jumawa. "Cobalah dua ketum saat ini mengkoreksi dirinya, seperti apa kondisi klub ketika dipegang. Apa masih cocok kebesaran
PSMS dengan permasalahan tak gajian," sambungnya. </div><div><br></div><div>Seandainya pun bersatu, Randiman tak langsung memburuh jabatan ketum tersebut. Mengulangi kejayaan
PSMS bukanlah hal mudah. Dirinya mengaku tak mau hanya modal nekad saja. Apalagi soal financial yang menurut Randiman sangat mempengaruhi sebuah keberhasilan.</div><div><br></div><div>"Saya tak mau modal nekad dan hanya mau nama saja. Mengurus sepak bola itu pengabdian. Dan soal dana, Saya tentunya harus berkonsultasi dahulu dengan Walikota dan Koni
Medan. Itu langkah pertama yang akan Saya perbuat," pungkas Randiman. </div>