Sasa dkk Setuju dengan APPI

Sasa dkk Setuju dengan APPI

Sasa dkk Setuju dengan APPI
Pemain PSMS Medan menunggu aksi suporter yang membuang air ke pinggir lapangan, saat PSMS Medan menjamu Arema Malang
Melalui sang kapten Sasa Zecevic, pemain PSMS Medan sepakat ikut dalam aksi lanjutan hasil diskusi Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), soal desakan pembayaran hak pemain. Pertemuan yang digelar Senin (28/5) di Hotel Atlet Century, Jakarta, APPI mengultimatum klub-klub agar menyelesaikan hak pemain sebelum 7 Juni 2012. Jika waktu deadline tak dipenuhi, mogok pemain menjadi opsi terakhir. "Ya saya setuju dengan semua keputusan yang telah diambil. Saya diundang untuk ikut pertemuan, tapi tim sedang persiapan ke Papua, jadi tidak bisa hadir," ujarnya.

Kapten tim mengaku seluruh pemain PSMS ISL mendukung poin-poin penting hasil pertemuan tersebut. Termasuk, ada kemungkinan aksi lanjutan, jika hak pemain belum dipenuhi hingga tanggal 7 nanti. "Semua pemain sudah tahu. Dan semua pesepakbola Indonesia membicarakan itu (poin-poin hasil pertemuan). Kami, sesama pemain PSMS sudah bicara dan setuju dengan semua poin itu dan ikut jika ada aksi lanjutan," kata Sasa.

Dalam poin lainnya, APPI mengharapkan dan mendukung adanya satu liga dalam satu kepengurusan federasi di Indonesia yang diakui secara sah di bawah naungan FIFA. APPI juga mengharapkan musim kompetisi berikutnya diikuti klub-klub yang dapat menjamin keberlangsungan operasional dan finansial klubnya, minimal dalam satu musim kompetisi."Kami hidup dari sepakbola. Keluarga juga berharap begitu. Pendapatan Saya juga hanya dari bola," ujar Sasa.

Soal satu tekad ini pun sudah disampaikan kepada manajemen, melalui manajer Benny Tomosoa. "Kami bicara dengan manajer. Benny bilang jika Sumatra Plantation (sponsor) memberikan Rp3 miliar, dan PT Liga Indonesia juga mencairkan Rp1,5 miliar (bantuan untuk klub putaran kedua), manajemen mengaku sudah bisa membayarkan semua gaji dan sisa sepuluh persen uang muka kontrak. Semua orang berharap pada dana tersebut," beber defender asing tersebut. Sampai saat ini, skuad PSMS Medan yang tersisa masih mencoba menunjukan itikad baik untuk tetap bertanding.

PSMS ISL sendiri belum menerima gaji sejak bulan Maret, April dan Mei 2012. Sasa dkk juga belum menerima sisa downpayment (DP) sebesar 10 persen lagi. Hutang itu belum lagi termasuk kepada 9 pemain yang terdepak dan gaji Raja Isa yang belum diberikan. (bolahita)