MEDAN, BOLAHITA - Kontingen sepatu roda
Sumatera Utara (Sumut) hanya mampu meloloskan 6 atletnya menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Bahkan,
Sumut harus puas tanpa meraih medali satu pun pada kejuaraan nasional (Kejurnas) sepatu roda yang merupakan prakualifikasi PON, 1-6 Desember 2015, di Bandung, Jawa Barat.
Keenam atlet yang lolos yakni M Habib Aulia, M Gilang Anugerah, Farrel M Ghazali, Nasyiatul Aufa Amri, Farrahanny Diva Az Zahra, dan Gusti Felia.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Sumut, Bagindo Alfisyahrin, Senin (7/12) mengatakan pada kejurnas tahun ini tim
Sumut gagal menyumbangkan medali, dan hanya finish posisi 9 dari 19 Pengda yang ikut. Dikatakannya, para atlet sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya, apalagi selama ini mereka memang terkendala lintasan latihan dan masalah internal organisasi.
“Waktu Technical Meeting terakhir, minimal posisi 10 besar lolos PON. Tapi ada perubahan tiba-tiba, jadi yang lolos itu yang masuk minimal ranking 8 besar. Jadi
Sumut hanya mendapat 6 kuota saja ke PON. PB Perserosi memang memberi kewenangan bebas kepada kita untuk memilih 6 atlet, tapi
Sumut tetap akan kirim 3 putera dan 3 puteri di kategori perorangan,” ucapnya.
“Yang paling penting sih, evaluasi kita adalah masalah lintasan permanen yang dijanjikan pemerintah agar segera terealisasi. Terus kita butuh peralatan yang canggih,” jelasnya.