BOLAHITA, BANDA ACEH - Digelarnya pramusim Piala Menpora 2021, lantas tak membuat Persiraja Banda Aceh benar-benar yakin. Persiraja masih menyisahkan trauma gagalnya kompetisi dijalankan.
Trauma musim 2020 menjadi pembelajaran penting, terkhusus untuk Persiraja Banda Aceh. Sehingga ini bisa menjadi alasan kenapa belum terburu-buru menggelar persiapan tim dalam menatap Piala Menpora 2021.
Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani baru akan memulai persiapan tim setelah agenda manager meeting.
Adapun agenda manager meeting dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) rencananya baru akan digelar pada awal Maret 2021.
"Iya kami (Persiraja Banda Aceh) sehabis manager meeting saja (persiapan tim)," kata Rahmat Djailani.
"Trauma sama yang kemarin-kemarin soalnya," ucap Rahmat Djailani.
Pada September 2020 lalu, Persiraja Banda Aceh yang telah siap menyambut kompetisi Liga 1 2020 harus menerima kenyataan pahit.
Beberapa hari jelang kick-off lanjutan kompetisi, PSSI membatalkan gelaran Liga 1 2020 karena tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian.
Padahal, skuad Persiraja Banda Aceh kala itu sudah tiba di Yogyakarta.
Rahmat Djailani menambahkan, klub yang berjulukan Laskar Rencong itu akan memaksimalkan waktu yang ada guna menghadapi Piala Menpora 2021.
Piala Menpora 2021 diagendakan bergulir pada 20 Maret hingga 25 April 2021.
"Ya mepet sedikit nggak apa-apa lah, sekarang kan sebenarnya juga mepet juga, kurang lebih satu bulan lagi kan (menuju kick-off Piala Menpora 2021)," kata Rahmat Djailani.
"Itu juga nggak maksimal juga sebenarnya, tetapi mau gimana," sambung Rahmat Djailani.
Pada Piala Menpora 2021 direncanakan akan melibatkan 18 klub dari Liga 1. Gelaran Piala Menpora 2021 akan terlaksana di empat kota yang kabarnya sudah ditetapkan. Keempat kota tersebut adalah Solo, Bandung, Sleman, dan Malang.