BOLAHITA, MEDAN - Kabar bakal adanya Sport Centre)
Sumatera Utara bukan sekadar cerita saja. Pasalnya peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Pusat Olahraga (Sport Centre) ini dimulai Februari mendatang.
Pembangunan Sport Centre ini akan memakan sampai Rp7,8 triliun, dimana sampai sekarang sedang berproses baik dari sisi perencanaan anggaran, persiapan pembangunan dan aspek lainnya," kata Aripay Tambunan, tim Khusus Percepatan Pembangunan Sumut.
Mengenai lahan sudah ada dan tidak ada kendala. Dimana telah disediakan seluas 322,25 hektare, di wilayah Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang.
Posisi lahan berada di bagian kanan dan kiri, atau persis berjarak sekitar lima kilometer saja dari Bandara Internasional Kualanamu.
"Untuk jalan sedang disiapkan koridor supaya nantinya sinkron antarsatu veneu dengan veneu lainnya, termasuk gedung MICE pada kawasan tersebut," ucap Aripay.
Dengan dimulainya ground breaking kedua proyek prestisius itu nanti, sambung pihaknya, akan menjawab keraguan publik atas kinerja Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah pada tahun kedua masa kepemimpinan mereka. Sebab proyek pembangunan yang direncanakan selain sangat strategis, juga melibatkan instansi-instansi terkait di pusat.
"Kenapa di luar sana orang menyatakan belum nampak (apa yang dikerjakan Gubermur dan Wagub), karena pekerjaan ini semuanya strategis. Melibatkan instansi-instansi terkait di pusat. Sehingga dari sisi teknokratik, koordinatif dan politisnya agak sedikit panjang waktunya. Namun dengan progres yang telah dilakukan, pelan-pelan akan terlihat hasilnya," kata anggota DPRD
Sumut periode 2014-2019 itu.
"Soal lahan juga sudah ada. Gubernur, wakil gubernur dan sekda sudah menemui pihak-pihak terkait di kementerian. Memohon kalau bisa lahan tersebut sebagai hibah sebab dalam rangka even nasional. Dari sisi BPN dan aspek lain, lahan sudah oke," katanya.
Ali Hanafiah menambahkan skema anggaran sport centre senilai Rp7,8 triliun akan melalui APBN, APBD dan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Dimana setelah urusan lahan dan skema anggaran sudah tersusun rapi, pengerjaan fisik dapat dilakukan melalui KPBU.
"Termasuk anggaran FS sudah ditampung di Dispora
Sumut sebagai penunjang pengerjaan fisik dalam dilakukan. Bahkan sekarang ini untuk menuju KPBU itu, Dinas Perkim sudah bekerja dengan progres 78 persen. Kalau uang sudah ada, pembangunan dapat segera dilakukan," katanya.