Syahmi dan Razis : Idolakan Sang Kakek
Syahmi dan Razis : Idolakan Sang Kakek
Selain agar mencapai hasil terbaik, disiplin sangat diperlukan untuk mendongkrak prestasi atlet tersebut, seperti disiplin berlatih, disiplin menjaga kondisi tubuh, disiplin menjaga pola makan, dan menjaukan diri dari berbagai macam pantangan yang dapat merugikan atlet tersebut.
Pola-pola seperti diatas yang diyakini kedua abang beradik, Syahmi dan Razis (foto) dalam menjalani aktifitasnya sebagai lifter, atlet angkat besi PABBSI Kota Medan. Selain itu, olahraga ini juga sudah seperti digariskan untuk keduanya. Bagaikan kata pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya".
Itu karena keduanya mengikuti jejak ayah dan kakeknya yang mantan atlet angkat besi. Khusus kakek, Syur, merupakan atlet Sumatera Utara yang telah mampu bicara di pentas internasional seperti Sea Games. Kakek Syur merupakan idola keduanya dalam meniti prestasi di matras angkat besi yang kini menjadi atlet binaan KONI Kota Medan.
Selain itu sang ayah, Udi pramulya yang selalu memotivasi keduanya dalam meminati cabang olahraga tersebut. "Ya, yang paling berjasa tentunya orangtua saya. Tanpa dukungan dan doa restu mereka, tentunya enggak mungkin kami mengenal olahraga ini ," papar Syahmi Jazman, sang adik yang mengaku telah memulai mengenal angkat besi sejak tahun 2009 silam.
Anak ke 4 dari 5 bersaudara itu mengaku dia dan abangnya, Razis, saja yang mengikuti jejak ayah dan kakeknya menggeluti olahraga tersebut. "Dalam sepekan, jadwal latihan kami itu cuma 4 hari, yaitu Senin, Rabu, Kamis dan Minggu. Latihan berlangsung pagi dan sore. Kalau hari Minggu, latihan bisa pagi atau sore, berat atau ringan," ujar Syahmi yang telah banyak mengoleksi medali dari berbagai even angkat besi.
Syahmi yang lahir di Medan, 25 Januari 1998, saat ini menuntut ilmu di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut yang ditempatkan di SMA Mulia Medan. Dirinya yakin dirinya mampu mempersembahkan yang terbaik pada perhelatan cabor angkat besi.
Sedangkan Razis, merupakan atlet Sumut yang menyabet medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional di Jakarta, September 2013 silam. "Angkat besi adalah cinta pertama saya. Dulu niatnya iseng . Saya dikenalkan ayah saya dan sering datang ke tempat latihan angkat besi, eh, enggak tahunya disuruh ikut latihan. Setelah diiming-imingi kalau bisa jadi juara, saya bisa ke mana saja, nginep di hotel gratis.
Saya jadi termotivasi," ujar Razis mengenang.
Keduanya, saat ini juga sedang fokus untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Utara 2014, setelah pertengahan Mei lalu, bersama-sama mereka mengantarkan Kota Medan sebagai juara umum angkat besi/angkat berat/binaraga Porwilsu 2014 wilayah I. (noel)
What's Your Reaction?