BOLAHITA, MEDAN - Manajemen
PSMS Medan tak tinggal diam dengan perginya pemain prioritas, Paulo Sitanggang ke Borneo FC.
Manajemen klub
PSMS Medan akan mengambil langkah hukum setelah mengetahui salah satu pemain andalan mereka untuk musim ini, Paulo Sitanggang telah diperkenalkan sebagai pemain Liga 1, Borneo FC.
Pengumuman Paulo resmi berkostum Borneo saat akun resmi klub tersebut mengunggahnya, Rabu (21/4/2021).
"Welcome Paulo Sitanggang! Hasil dari evaluasi Piala Menpora, pemain berposisi gelandang ini menjadi pemain pertama yang kami datangkan untuk durasi kontrak 1 musim ke depan, semoga makin membuat Pesut Etam Manyala," demikian caption postingan tersebut.
Pada unggahan lain, tampak Paulo juga sudah berbaur dengan pemain Borneo lainnya.
Kepindahan Paulo ini jadi polemik karena
PSMS merasa Paulo masih menjadi pemain klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Karena, Paulo telah lebih dulu teken kontrak dan diperkenalkan dalam soft launching tim jelang Liga 2 2021, Maret 2021. Dimana, Paulo ada bersama 18 pemain lainnya.
Sekretaris PSMS, Julius Raja mengungkapkan pihaknya kecewa atas tindakan Paulo. Menurutnya, kejadian ini berawal saat pemain kelahiran Deliserdang ini absen latihan dua hari, dan telah diberikan surat teguran. Ternyata ketidakhadirannya di latihan
PSMS karena rencana pindah ke klub lain.
"Paulo sekitar dua hari ingkar latihan. Kami bikin surat teguran lalu dia menjumpai manajemen tanggal 19 April dan bilang mau pamit karena ingin memperkuat klub Liga 1, katanya demi karirnya ke depan," jelas King-sapaan Julius Raja saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).
Saat itu, King menyebut telah mempertanyakan bagaimana dengan kontrak yang sudah diteken. Dan, Paulo mengutarakan akan memulangkan uang
PSMS yang keluar. Namun, manajemen tidak menginginkan itu, melainkan pemain menghormati hitam di atas putih.
King mengutarakan
PSMS bukan mudah membawa Paulo ke
Medan. "Kami bawa dari Persik tahun 2020, kami bayar ke Persik Rp150 juta. Kemudian gaji di
PSMS dengan uang transport sekitar Rp20 juta per bulan sampai Februari disesuaikan dengan kondisi covid-19. Maret kami perbaharui kontrak, dan itu sudah diteken Paulo," bebernya.
Diakui King, kontrak pemain yang diteken belum sesuai format PT Liga Indonesia Baru (LIB), karena hingga kini belum ada format resmi yang dikeluarkan operator Liga itu.
"Dari PT LIB format pemain belum ada kontrak pemain, beberapa klub masih memakai format yang lama. Kami buat surat kontrak pemain dalam menghadapi Liga 2021 antara manajemen dan pemain. Dia sudah terima uang, ada kwitansi," ungkapnya.
King menyebut telah melaporkan hal ini ke PT LIB dan PSSI. Dan bersama 18 pemain lain yang sudah dikontrak, manajemen sudah melaporkan ke PT LIB, agar para pemain yang sudah mereka miliki tersebut jangan didaftarkan klub lain.
"Supaya jangan ada pemain seperti ini, pindah. Yang jadi korban klub karena mengeluarkan biaya," tegasnya.
Ditegaskan King, klub tidak ada opsi lain selain Paulo harus kembali ke PSMS. "Balik ke PSMS. Kami sudah komunikasi dengan Borneo. Menurut pengakuan pemain ke mereka, pemain belum tanda tangan kontrak dengan PSMS. Berarti si pemain penipu," tandasnya.
Dia juga menyesalkan tindakan klub Borneo yang tidak menelepon PSMS. "Apalah salahnya bertanya. Yang saya sesalkan Borneo tidak telepon atau SMS bertanya," lanjutnya.
Setelah ini, manajemen akan membahas langkah hukum mengadukan Paulo. Ini terjadi, karena setelah pihak
PSMS mempertanyakan soal Paulo, manajemen Borneo mempersilahkan mengambil jalur hukum.
"Kami akan bawa ke jalur hukum. Agar pemain jangan membuat seperti ini. Memang kasihan sama pemain (kalau dilaporkan). Tapi pemain profesional harus bisa menghargai kontrak. Dia bilang mau balikkan uang yg dikeluarkan PSMS, kami enggak mau. Karena dia sudah mengganggu ritme tim. Persiapa tim hampir rampung kok dia lari," tuturnya.
"Kalau kami diamkan, pemain lain akan berbuat seperti ini. Bukan hanya akan menimpa
PSMS tapi juga bisa dialami klub lain," ucapnya.
King paham, saat ini klub-klub lagi banyak berburu permain setelah Liga digadang bergulir Juli 2021. Namun, apapun ceritanya pemain harus menghormati kontrak. "Banyak klub yang bakal jor-joran merayu pemain. Sementara kita yang bangun dari bawah sejak lama jadi korban," jelasnya.
Pun demi nama PSMS, pihaknya serius membahas dan akan membawa hal ini ke hukum. "Marwah harus kita jaga. Satu-satunya jalan pakai jalur hukum. Intinya dia harus balik. Kita baik-baik membawa dari Persik. Jadi kalau dia (Paulo) mau baik-baik (minta maaf) lapor ke pimpinan kami. Intinya iktikad baik Paulo," pungkasnya