BOLAHITA, MEDAN - Pengalaman musim 2020 sepertinya akan kembali terjadi dan dirasakan klub-klub. Bahwa kompetisi musim baru 2021 sepertinya terancam tak bisa digelar.
Itu karena adanya wacana adanya perpanjangan PPKM selama 6 minggu oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menggelar rapat bersama DPR kemarin. Alhasil ini membuat sejumlah klub sangat cemas akan kembali diundurnya jadwal kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Bahkan urung digelar seperti musim 2020 lalu.
Itulah kenapa
PSMS dengan tegas meminta ketegasan. Agar PSSI dan PT LIB selaku operator liga memberikan kepastian liga.
Pengalaman tahun 2020 adalah hal yang paling sial rasanya bagi manajemen Ayam Kinantan. Jor-joran mendatangkan sejumlah pemain top, tapi liga tak bergulir.
Pengeluaran besar, klub merugi akibat gagal berkompetisi.
"Kita tetap tunggu kabar resmi dari PSSI dan PT LIB. Tapi sekedar mengingatkan, dari musim lalu, PSSI dan PT LIB belum pernah memberikan bantuan kepada klub apalagi mengganti kerugian klub. Nah yang selalu dirugikan adalah klub," kata Julius Raja sekretaris klub PSMS.
"Kita berharap PSSI dan PT LIB mengeluarkan sikap tegas terkait penggajian pemain ataupun jadwal pasti kompetisi," ucap Julius Raja.
"Seandainya tak bisa digelar tahun ini segera disampaikan akan digelar tahun depan, jadi klub bisa mengambil langkah dan tidak harus mengeluarkan anggaran lebih besar lagi," Julius Raja.
Berkaca musim lalu bilang King - panggilan akrab Julius Raja, klub sangat dirugikan dengan adanya pengunduran jadwal kompetisi hingga akhirnya dihentikam, terutama dalam ikatan kontrak pemain.
Masalah status pemain juga sambungnya, PSSI dan PT LIB harus mengeluarkan bahasa resmi baik surat ataupun hal lain kepada pemain untuk tidak sembarangan berpindah klub karena masih berstatus kontrak dengan klub asal.
"Musim lalu kita ambil contoh, Wanggai, OK Jhon, Escobar. Kita sudah beri kompensasi kepada klub awal, kita beri DP kita bayar gaji sesuai kontrak, tapi saat kompetisi dihentikan, mereka statusnya free dan bebas berpindah klub, sementara
PSMS sudah keluar uang banyak. Ke depan ini harus difikirkan. Jika memang diundur kembali, harus ada bahasa dari PSSI dan PT LIB bahwa status pemain masih terikat dengan klub asal," harapnya.
Ke depan manajemen
PSMS berharap kembali digelar rapat virtual yang dihadiri PSSI, PT LIB dan klub sebagai peserta.
"Kita maunya ada rapat virtual yang dihadiri PSSI dan PT LIB serta klub peserta. Jadi rapat berlangsung tiga arah dan perwakilan klub bisa mengusulkan dan menyampaikan keinginan mereka, " ujar King mengakhiri.