Wawancara BOLAHITA dengan Wanda Syahputra

Wawancara BOLAHITA dengan Wanda Syahputra

Nov 28, 2015 - 13:09
 0
Wawancara BOLAHITA dengan Wanda Syahputra
Wanda Syahputra
SURABAYA, BOLAHITA - Belum pernah kalah ditorehkan PS TNI dalam grup C Indonesia Championship Piala Jenderal Sudirman. Sejauh ini dengan materi tim dari Divisi Utama, tim yang menjadi kuda hitam ini masih kebobolan lima gol.

Wanda Syahputra menjadi salah satu kunci penting dari keberhasilan ini. Meskipun dengan postur tubuh yang tidak ideal bagi seorang defender, duetnya bersama Hardiantono mampu meredam pergerakan para striker asing yang dimiliki Surabaya United dan Pusamania Borneo FC serta Persela Lamongan. 

Berikut petikan wawancara singkat Bolahita dengan defender PS TNI, Wanda Syahputra di Hotel Papilio Surabaya.

BOLAHITA : Apa kabarnya setelah meraih tiga kali kemenangan berturut di Indonesia Championship Piala Jenderal Sudirman?

Wanda: Kabar baik dan selalu baik. Dua kemenangan ini membuat kami akan selalu baik dan tetap bersemangat menunjukan identitas pemain sepak bola TNI.

BOLAHITA : Kenapa memilih masuk ke TNI? 

Wanda : Saya pemain sepak bola yang masuk program melalui bintara sepak bola tahun 2014. Awalnya juga kita melihat situasi sepak bola. Kemudian Saya juga berdiskusi dengan keluarga soal masa depan. Sepak bola inikan masanya tidak pasti. Sedangkan tentara ada masa pensiun dan ditanggung. 

BOLAHITA : Bagaimana rasanya, bangga jadi pemain bola yang menjadi tentara? 

Wanda : Pertama sudah pasti rasanya bangga. Bersyukur bisa mengabdi kepada negara. Apalagi kami juga tetap bisa bermain bola dan memperkuat timnasnya PS TNI di ajang seperti ini. 

BOLAHITA : Apa efek positif setelah masuk tentara ?

Wanda : Saya pikir banyak hal positif yang diperoleh dari sini. Soal kebersamaan, daya juang atau jiwa korsa yang diaplikasikan dalam kehidupan. Kita lebih disiplin dalam hal apapun.

BOLAHITA : Dalam dua game terakhir (Surabaya United, Pusamania Borneo FC) dan Persela Lamongan anda disebut pelatih sebagai salah satu pemain terbaik. Apa tanggapan soal itu?

Wanda : Terimakasih jika dikatakan demikian. Tapi menurutku bukan hanya saya. Tapi semua pemain, karena kami berhasil menjalankan skema bermain dan tampil dengan semangat tinggi. 

BOLAHITA : Tapi di dua game kemarin, Anda cukup ekstra kerja keras dengan mengawal pergerakan striker asing lawan dan berhasil? 

Wanda : Dibilang berhasil juga tidak, karena kami tetap kebobolan lima gol. Tapi memang menghadapi striker lawan yang tinggi dan besar, kami sangat membutuhkan motivasi yang lebih tinggi dan besar dari lawan. Hanya itu modal Saya mengawal penyerang lawan. Saya harus tetap percaya diri, tampil ngotot dan konsentrasi dengan kelebihan striker lawan.

BOLAHITA : Sempat minder ketika menghadapi pemain ISL?

Wanda : Rasa itu memang sempat ada. Karena sudah pasti kualitas pemain ISL cukup baik dan mereka juga sudah terkenal. Sedangkan kami PS TNI adalah pemain muda dan tidak dikenal. Tapi ketika sudah bermain di lapangan, perasaan itu sudah hilang. 

BOLAHITA : Apa rasanya mengalahkan klub dengan materi pemain ISL, Surabaya United, Pusamania Borneo?

Wanda : Rasanya senang sekali. Kapan lagi PS TNI bisa mengalahkan klub-klub besar dengan kualitas pemain ISL. Ini menjadi salah satu moment penting buat setiap pemain PS TNI. Tapi senang itu belum 100 persen, karena  masih ada pertandingan lain yang menunggu. Hanya saja tetap ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri di hati yang kita simpan.

BOLAHITA : Maksudnya dengan kebanggaan tersendiri ?

Wanda : Ya itu tadi, striker lawan yang mengandalkan pemain asing dengan postur tubuh tinggi. Sedangkan saya tidak sebanding, seperti daud dan  goliat. Dan Saya bisa mengatasinya dengan kelebihan saya di lompatan yang tinggi. Menghadapi lawan yang tinggi besar tak hanya cukup ngotot. Tapi cerdas membaca kelebihan lawan dan cerdik menghadapinya. 

BOLAHITA : Di turnamen ini, PS TNI dianggap tim amatir dan sangat mudah mengalahkannya, apa tanggapannya?

Wawan : Kecewa juga membaca hal tersebut di media dan dilontarkan seorang pelatih. Tapi kami diajari oleh pelatih dan manajemen, bahwa itu adalah sebuah motivasi. Jadi kami tidak ambil pusing dan terbukti, lawan Borneo kami mampu melewatinya dengan kepala tegak. 

BOLAHITA : PS TNI dianggap memiliki stamina dan kebugaran yang baik. Apakah ada latihan  khusus? 

Wanda : Selama ini kami tidak ada latihan khusus untuk fisik dan  memang setelah juara Piala Kemerdekaan lalu, tim hanya diliburkan satu minggi dan kemudian terus latihan hingga ikut di gelaran ini. Mungkin selain menjaga pola makan dan tidur, faktor militansi, kebersamaan dan jiwa korsa membuat PS TNI cukup kuat. Kami sudah sangat kompak di tim ini.

BOLAHITA : Apa target pribadi di ajang ini?

Wanda : Bicara soal target sudah pasti ingin mengulangi moment juara saat Piala Kemerdekaan lalu. Mengangkat trofi diantara kontestan klub ISL adalah hal luar biasa. Tapi tentunya hal itu tidak mudah, karena kita baru menang dua kali.

BOLAHITA : Tapi menurut Anda, tim mana lagi yang layak juara di ajang ini?

Wanda : Sudah pasti ada Persib Bandung. Disana banyak pemain bagus dan berpengalaman. Tim mereka baru saja juara Piala Presiden dan ISL. Jadi kalah kami gagal juara, Saya memprediksi Persib Bandung.

BOLAHITA : Terimakasih atas wawancaranya.

Wanda : Sama-sama

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow