Arahan Gubernur Sumut Teleskoting Atlet Membuahkan Hasil
Acara tersebut dihadiri pengurus beserta atlet dari Pengprov PBVSI Sumut, TI Sumut dan Pordasi Sumut. Hadir juga Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Wakil Ketua KONI Sumut Kisharianto dan OPD terkait lainnya.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Dalam upaya untuk mengembangkan potensi atlet muda di Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi telah memberikan arahan kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang olahraga (Cabor) untuk melakukan teleskoting sejak tahun 2021.
Upaya ini akhirnya membuahkan hasil dengan berhasilnya seleksi beberapa talenta muda oleh Pengprov PBSVI Sumut, Taekwondo Indonesia (TI) Sumut, dan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumut.
Atlet-atlet muda ini telah ditemukan melalui berbagai kejuaraan dan seleksi yang dilakukan oleh masing-masing Pengprov.
Mereka akan menjalani pelatihan untuk menjadi atlet profesional Sumut dengan target jangka pendek untuk meraih medali emas di PON Aceh-Sumut 2024.
Sebagai contoh, dalam cabor voli, teleskoting sejak tahun 2021 telah menemukan beberapa pemain dengan standar nasional.
Salah satu indikator yang digunakan oleh PBVSI Sumut adalah tinggi badan, dan rata-rata tinggi badan pemain yang mereka seleksi adalah 190 cm untuk pria dan 185 cm untuk wanita.
"Kita butuh tim yang solid, oleh karena itu, berlatihlah dengan sungguh-sungguh, tetapi harus terukur, termasuk nutrisi dan beban latihan. Saya tidak ingin mereka mengalami cedera karena kita mendorong mereka terlalu keras," kata Edy Rahmayadi dalam acara silaturahmi dengan atlet Taekwondo, Voli, dan Berkuda Sumut yang diselenggarakan di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, pada hari Kamis (15/06/2023).
Edy Rahmayadi juga mengingatkan bahwa mental juara para atlet harus dibentuk, terutama bagi atlet-atlet muda. Salah satu cara yang disarankan adalah melawan tim-tim yang memiliki level lebih tinggi dari mereka.
"Mental juara kalian harus dibentuk, carilah pelatih yang ahli, cari mitra latihan yang berada di atas level kalian, dan ikuti kompetisi bergengsi. Memang membutuhkan pengeluaran dana yang cukup besar, tetapi jika ingin menjadi juara, itu adalah upaya yang harus kita lakukan. Tidak ada artinya jika kita hanya berbicara tentang ingin menjadi juara tetapi tidak mendanai dengan cukup," ujar Edy Rahmayadi.
Menurut Ketua PBVSI Sumut, Wiko Lovino Siregar, mereka telah memulai program teleskoting sejak tahun 2022 melalui berbagai kejuaraan di 33 Kabupaten/Kota. PBVSI Sumut kemudian melakukan seleksi dengan standar nasional.
”Misalnya adek kita Rio yang tingginya 192, dia sudah diminta Jateng, tetapi dia memilih Sumut, ada juga Yuda 190 cm dan untuk perempuan rata-rata 185 cm. 2023 kita akan tes mereka kejuaraan di Solo dan untuk Voli pantai kita akan berlatih di Sidoarjo yang punya banyak atlet voli pantai profesional,” kata Wiko Lovino Siregar.
Acara tersebut dihadiri pengurus beserta atlet dari Pengprov PBVSI Sumut, TI Sumut dan Pordasi Sumut. Hadir juga Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Wakil Ketua KONI Sumut Kisharianto dan OPD terkait lainnya.
What's Your Reaction?