BOLAHITA.COM - Selama lima tahun terakhir,
PSMS Medan mengalami kehancuran. Tim kebanggaan Kota
Medan itu tak memiliki kemampuan financial yang mumpuni. <div><br></div><div>Bahkan telah mengantungi utang sejak di musim Indonesia Super League (ISL) lalu. Teranyar di Divisi Utama musim 2012/2013, kembali tak mampu membayar gaji pemain, pelatih dan official. </div><div><br></div><div>Hal ini pun berdampak besar. Selain
PSMS terancam tak dapat mengikuti kompetisi selanjutnya, banyak pemain yang trauma kembali berbaju Ayam Kinantan musim depan. Selain sudah tak percaya dengan pengurus, utang musim ini juga belum diselesaikan. Baik
PSMS di PT. Liga Indonesia dan LPIS, keduanya hancur. </div><div><br></div><div>"Pengurus harus membayar gaji para pemain dulu. Kemudian menunjukan perubahan di musim depan, agar pemain bola asal
Sumut bisa percaya dan kembali ke memperkuat PSMS," ujar Saktiawan Sinaga yang memperkuat
PSMS di LPIS. </div><div><br></div><div>Sambil menanti pulihnya
PSMS Medan, eks striker timnas Indonesia ini sendiri memilih menyibukan dirinya bersosialisasi. Saktiawan Sinaga kini menjadi calon legislatif
Sumatera Utara dan partai PKB. </div><div><br></div><div>Pemain
PSMS PT. Liga Indonesia juga menyatakan hal sama. Menyakinkan pemain, pengurus harus membayarkan semua utangnya. </div><div><br></div><div>"Apa kasus gaji pemain yang belum dibayar dibiarkan begitu saja? Apa jaminan bagi pemain bahwa musim depan
PSMS tidak seperti itu lagi," tanya Tambun Naibaho, striker
PSMS PT. Liga Indonesia. </div><div><br></div><div>"Bukan hanya di PSMS, Saya rasa setiap pemain akan melihat kondisi klub di musim sebelumnya. Jika memang tidak ada perubahan, pasti pemain sungkan memperkuat PSMS, karena dihantui permasalahan gaji yang tidak dibayar," pungkasnya. </div>