Bobby Nasution Tinjau 7 Jembatan Gagal Dibangun di Langkat, Janji akan Diteruskan Lewat Pemkab

Proyek tersebut sebelumnya masuk dalam skema multiyears senilai Rp2,7 triliun di masa kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi.

Sep 28, 2025 - 08:58
Sep 28, 2025 - 08:59
 0
Bobby Nasution Tinjau 7 Jembatan Gagal Dibangun di Langkat, Janji akan Diteruskan Lewat Pemkab

BOLAHITA - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meninjau tujuh proyek pembangunan jembatan di Kabupaten Langkat yang gagal diselesaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pada tahun 2023. Proyek tersebut sebelumnya masuk dalam skema multiyears senilai Rp2,7 triliun di masa kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi.

Bobby menyebut kondisi tujuh jembatan yang berada di Desa Sei Musam dan Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan, sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

“Hari ini kita meninjau tujuh jembatan, ada yang bengkok, papan bawahnya tidak sesuai. Artinya, dari tujuh yang ditinjau, semuanya tidak layak,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Bobby menegaskan proyek tersebut memang bagian dari anggaran Rp2,7 triliun yang gagal dikerjakan Pemprov Sumut. Ia pun mendorong agar pembangunan dilanjutkan, namun kali ini dilakukan oleh Pemkab Langkat, sementara Pemprov mendukung melalui Bantuan Keuangan Provinsi (BKP).


“Kalau dari provinsi prosesnya panjang, karena sudah pernah dikerjakan provinsi tapi gagal. Jadi kita minta perencanaannya dari kabupaten, nanti provinsi bantu lewat BKP. Estimasi biayanya Rp78 miliar untuk tujuh jembatan,” jelas Bobby.

Ia berharap pembangunan jembatan tersebut bisa memperlancar mobilitas warga, pelaku usaha, hingga wisatawan yang kerap menuju destinasi wisata Bahorok dan Tangkahan.

“Kalau jembatan ini selesai, konektivitas wisata juga akan lancar, masyarakat tak perlu memutar jauh,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menyatakan siap menindaklanjuti dengan membuat perencanaan agar proyek bisa direalisasikan pada 2026.

Dukungan juga datang dari warga sekitar. Meriah Ukur mengaku selama ini masyarakat kesulitan karena jembatan hanya ditopang papan seadanya. Purnama, warga lain, menambahkan sudah setahun terakhir warga hanya mengandalkan jembatan darurat bantuan swasta.

“Semoga pak Gubernur tidak hanya meninjau, tapi juga benar-benar memperbaiki jembatan ini,” ungkap Purnama.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow