Bukan Dipecat, Kas Hartadi Kena Sanksi Larangan Mendampingi PSMS Medan
Pelatih PSMS, Kas Hartadi dihantam rumor tak sedap. Dia iisukan didepak dari skuat yang dilatihnya, gegara hasil belum cukup konsisten.
BOLAHITA - Pelatih PSMS, Kas Hartadi dihantam rumor tak sedap. Dia iisukan didepak dari skuat yang dilatihnya, gegara hasil belum cukup konsisten.
Rumor ini muncul setelah Kas Hartadi tidak hadir dalam sesi konferensi pers jelang dan usia laga kontra Adhyaksa FC di Banten International Stadium, Sabtu malam, 18 Oktober 2025. Pun, dia tidak terlihat di bench tim saat pertandingan.
Namun, Kas Hartadi memastikan, posisinya masih aman sebagai pelatih PSMS. Dia tak membantah ketidakhadirannya di bench saat timnya berlaga, namun bukan karena dipecat.
Ternyata, Kas sedang menjalani hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tak tangung-tanggung, dia harus absen sebanyak empat laga dari tugasnya mendampingi skuat Ayam Kinantan.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
"Saya masih di PSMS, aman. Ini saya dapat skorsing empat pertandingan," ujarnya saat dihubungi, Selasa, 21 Oktober 2025.
Dia menjelaskan, skorsing yang diterimanya gegara merangkul wasit saat pertandingan melawan Persikad Depok di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu malam, 11 Oktober 2025.
"Saya cuma merangkul wasit saat pertandingan, dikira saya mau provokasi," sebutnya.
Setelah divonis skorsing itu, Kas mengatakan dirinya hadir saat PSMS melawan Adhyaksa FC, namun berada di tribun.
"Iya saya datang, dan melihat pertandingan di tribun," timpalnya.
Pelatih berusia 54 tahun itu, mengatakan, tidak meminta manajemen PSMS melakukan banding atas hukuman tersebut.
"Sebetulnya banding percuma di liga kita, ya terima saja, nanti kalau bandingnya kalah kena denda juga," sebutnya.
Meski, tidak bisa mendampingi timnya selama empat laga, Kas memastikan skuatnya tetap bermain fight, seperti melawan Adhyaksa, meski hasilnya belum maksimal yaitu seri 1-1.
View this post on Instagram
"Pemain tetap bermain denga motivasi tinggi. Waktu lawan Adhyaksa, anak-anak bermain fight, tapi kalau kita hanya 10 pemain sejak menit ke-25, digempur terus ya jadinya terbalas dan seri (di injury time)," ungkapnya.
Pun demikian, Kas tidak menampik persoalan 'petala' injury time itu menjadi PR buat tim pelatih dan skuatnya.
"Kita hilang fokus di menit-menit akhir, kita evaluasi agar tidak kejadina terulang," ucapnya.
Seperti diketahui, PSMS kini berada di peringkat tiga klasemen sementara Grup A, dengan mengoleksi 9 poin dari enam laga, hasil dua kemenangan, tiga imbang, dan satu kekalahan.
PSMS Medan akan melakoni laga krusial berikutnya Pegadaian Championship musim 2025/2026 menghadapi Persiraja Banda Aceh pada 25 Oktober 2025.
What's Your Reaction?