LPIS Belum Bayarkan Honor Perangkat Pertandingan asal Sumut
LPIS Belum Bayarkan Honor Perangkat Pertandingan asal Sumut
Tunggakan dimulai sejak Maret 2012 hingga IPL dihentikan berjumlah sekitar Rp7,7 miliar. "Saya kurang tahu persis jumlah tunggakan gaji saya yang belum dibayar PT LPIS (sejak Maret 2012), namun saya perkirakan sekitar Rp 30 sampai 40 juta. Karena frekuensi bertugas saya tergolong sedang," tutur Jon Rafendi yang dulu bertugas sebagai asisten wasit.
Kekecewaan juga diungkapkan pengawasa pertandingan (PP) asal Sumut, Ariadi. "Tunggakan honor berkisar Rp 60 juta. Saya banyak ditugaskan di tahun 2012. Kami ditugaskan secara resmi, pemanggilan dengan menggunakan kop surat PSSI," beber Ariadi.
Selain Ariadi, yang bertugas sebagai PP untuk IPL PP ada juga M Umar dan Ngadiman Asri. "Selain penunggakan honor, hal yang paling menyakitkan, saat ini kami terkesan tidak dianggap lagi sebagai perangkat PSSI karena mungkin pernah bertugas IPL tahun 2012," ujar Ngadiman yang mulai bertugas sebagai wasit sejak Ketua Umum PSSI dijabat Kardono.
“Seharusnya PSSI maupun LPIS melihat kondisi wasit-wasit yang ditugaskan di IPL . Banyak kawan-kawan yang harus menjual sawah, lembu atau kalung istri agar bisa membeli tiket pesawat guna memenuhi panggilan tugas,” jelas Ngadiman.
Bagi Ngadiman, hal terpenting yang diinginkannya saat ini, hendaknya PSSI maupun LPIS transparan dan berani jujur, kemana sebenarnya anggaran penugasan wasit PP / PP 2012. Apakah masih di LPIS atau memang sudah di PSSI.
What's Your Reaction?