Peluang PSMS Semakin Tipis ke Liga 1, Kembali Kalah di Pekan Ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026

Bertandang ke markas FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam WIB, Ayam Kinantan tumbang 2-1 dalam laga yang diwarnai drama kartu serta sejumlah keputusan wasit yang menuai sorotan.

Mar 1, 2026 - 10:17
Mar 1, 2026 - 10:18
 0
Peluang PSMS Semakin Tipis ke Liga 1, Kembali Kalah di Pekan Ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026
EKO PURDJIANTO PELATIH PSMS MEDAN

PELUANG PSMS SEMAKIN TIPIS KE LIGA 1, KEMBALI KALAH DI PEKAN KE-21 PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2025/2026

BOLAHITA - Langkah PSMS Medan pada pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026 harus berakhir dengan rasa getir.

Bertandang ke markas FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (28/2/2026) malam WIB, Ayam Kinantan tumbang 2-1 dalam laga yang diwarnai drama kartu serta sejumlah keputusan wasit yang menuai sorotan.

Sejak peluit awal dibunyikan, PSMS tampil dominan. Sejumlah peluang emas tercipta di babak pertama. Tembakan Felipe Cadenazzi nyaris memecah kebuntuan, dua sundulan Erwin Gutawa memaksa Ikram Algiffari bekerja ekstra, sementara sepakan keras Clayton da Silva membuat publik tuan rumah tegang. Namun, penampilan gemilang sang kiper membuat dominasi PSMS tak berbuah gol hingga turun minum.

Petaka datang ketika Saddam Hi Tenang harus meninggalkan lapangan akibat cedera. Pelatih Eko Purdjianto dipaksa mengubah rencana lebih cepat dengan memasukkan Arif Setiawan jelang jeda, yang sedikit memengaruhi keseimbangan permainan tim tamu.

Memasuki babak kedua, saat PSMS mencoba menyusun ulang strategi, justru gawang mereka kebobolan. Ramadhan mencetak gol hanya semenit setelah kick-off, membuat mental pemain sempat terguncang.

Situasi semakin sulit ketika Zikri Ferdiansyah menerima kartu kuning kedua usai dinilai melanggar Renan Silva. Ia pun harus meninggalkan lapangan, membuat PSMS bermain dengan 10 orang. Zikri sebelumnya dipercaya mengisi posisi Kim Jeung-ho yang absen karena akumulasi kartu.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan tuan rumah. Ikhsan Chan, mantan pemain PSMS dua musim lalu, sukses menggandakan keunggulan Bekasi City dan memperlebar jarak menjadi 2-0.

Meski berada dalam tekanan, PSMS tak menyerah. Upaya keras mereka akhirnya berbuah penalti. Cadenazzi yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan Ikram Algiffari dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun hingga laga usai, skor tetap tak berubah.

Seusai pertandingan, Eko Purdjianto mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya laga.

“Di babak kedua, Bekasi mengambil inisiatif bermain agresif dan kami lengah dengan satu gol cepat yang membuat semangat turun. Dari awal saya sudah ingatkan pemain untuk tetap respek kepada wasit. Namun ada beberapa keputusan yang memengaruhi konsentrasi. Kami tetap menghormati kepemimpinan wasit, tapi ini akan menjadi bahan laporan ke komisi wasit,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan keputusan yang dirasakan timnya.

“Kami kecewa. Permainan sudah bagus, tapi tidak mampu mencetak gol. Sementara kartu kuning terasa begitu mudah diberikan kepada PSMS. Ini jadi evaluasi bagi komisi wasit.”

Meski demikian, Eko tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya.

“Clayton tampil baik meski belum mencetak gol, dan kiper lawan juga bermain luar biasa. Secara pribadi saya akan tetap berjuang sampai akhir kompetisi. Peluang memang tipis, tetapi kami akan memaksimalkan sisa pertandingan dan berharap hasil lebih baik.”

Nada serupa disampaikan Nazar Nurzaidin.

“Kecewa tentu ada. Pemain dan penonton bisa menilai sendiri bagaimana kepemimpinan wasit malam ini. Banyak keputusan yang cukup mengganggu jalannya pertandingan,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi penutup pahit bagi PSMS sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan dan Idul Fitri selama sekitar satu bulan. Setelah jeda, PSMS dijadwalkan menjamu PSPS Pekanbaru pada 28 Maret 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow