Persijap Jepara Terpuruk di Kandang, Takluk 1-2 dari Semen Padang dan Masih Terbenam di Zona Merah

Persijap Jepara kembali gagal meraih hasil positif pada pekan ke-13 BRI Super League 2025/26.

Nov 21, 2025 - 14:42
Nov 21, 2025 - 14:42
 0
Persijap Jepara Terpuruk di Kandang, Takluk 1-2 dari Semen Padang dan Masih Terbenam di Zona Merah

BOLAHITA - Persijap Jepara kembali gagal meraih hasil positif pada pekan ke-13 BRI Super League 2025/26. Menjamu Semen Padang FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (20/11), Laskar Kalinyamat harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 1-2.

Persijap lebih dulu dikejutkan oleh gol Pedro Matos pada menit ke-27. Skuad tuan rumah sempat bangkit dan menyamakan kedudukan melalui Sudi Abdallah di menit ke-44. Namun, harapan itu pupus setelah Armando Obet Oropa mencetak gol kemenangan Semen Padang di menit ke-66.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Petaka bagi Persijap sebenarnya sudah datang sejak menit ke-24, ketika pemain asing mereka, Najeeb Yakubu, diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras. Bermain dengan 10 orang membuat Persijap kesulitan mengimbangi permainan lawan.

Kekalahan ini menjadi yang ketujuh secara beruntun bagi tim asuhan Mario Lemos. Koleksi delapan poin membuat Persijap masih tertahan di peringkat ke-16 dari 18 tim—posisi yang membuat mereka tetap berada di zona merah.

“Seperti yang saya sampaikan sebelum pertandingan, kalau kita dapat kartu merah di menit awal, itu membuat segalanya sulit. Peluang menang langsung mengecil,” ujar Mario Lemos.


Pelatih asal Portugal itu mengakui timnya memang berada dalam kondisi yang tidak ideal. “Jujur saja, kita bukan tim yang bagus di Super League. Main dengan 10 orang semakin memperparah situasi. Sebelum laga kami sudah mengingatkan pemain agar tidak berlebihan untuk menghindari kartu,” tegasnya.

Terkait banyaknya peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol, Lemos memberikan pernyataan lugas.

“Beberapa pemain kita terbentur masalah kualitas. Kita tidak bisa memaksakan mereka tampil di level berbeda. Kesalahan mendasar terus terjadi. Bahkan jika kualitasnya ada, bermain dengan 10 orang tetap sangat sulit,” jelasnya.

Ia juga menyoroti efektivitas Semen Padang yang mampu mencetak gol dari sedikit peluang. “Lawan mungkin hanya punya dua peluang shoot on goal, tapi bisa mencetak gol. Sedangkan kita banyak peluang terbuang. Ini masalah kualitas,” tutupnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow