PSIM Yogyakarta Resmi Rekrut Bek Argentina Franco Ramos untuk Perkuat Lini Belakang
Pergerakan di bursa transfer terus dilakukan Laskar Mataram, termasuk dengan menambah kekuatan di lini belakang lewat kedatangan Franco Gaston Ramos Mingo, bek tengah asal Argentina.
BOLAHITA - PSIM Yogyakarta terus aktif membenahi komposisi skuad demi tampil kompetitif di ajang Super League 2025/26.
Pergerakan di bursa transfer terus dilakukan Laskar Mataram, termasuk dengan menambah kekuatan di lini belakang lewat kedatangan Franco Gaston Ramos Mingo, bek tengah asal Argentina.
Franco Ramos menjadi pemain asing ketujuh yang resmi bergabung dengan PSIM. Sebelumnya, klub telah mengamankan jasa Rahmatsho Rahmatzoda, Deri Corfe, Ze Valente, Nermin Haljeta, Yusaku Yamadera, serta Rafael Rodrigues alias Rafinha, yang tampil apik di Pegadaian Liga 2 musim lalu.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Franco Ramos, yang berusia 27 tahun, diproyeksikan sebagai pilar utama lini pertahanan PSIM. Dengan tinggi badan 188 cm dan dominasi kaki kanan, ia dinilai sebagai sosok bek tengah modern dengan kemampuan duel udara dan kontribusi dalam serangan.
“Franco adalah pemain berpengalaman yang kami harapkan bisa memberikan stabilitas di lini belakang. Dia punya postur ideal dan gaya bermain yang cocok dengan kebutuhan tim,” jelas Manajer PSIM, Razzi Taruna.
View this post on Instagram
Franco terakhir memperkuat Beroe Stara Zagora di Liga Bulgaria. Sebelumnya, ia juga sempat merumput bersama Toronto FC II di Kanada, serta klub-klub Spanyol seperti Las Rozas CF dan San Fernando CD. Pengalamannya di berbagai level kompetisi Eropa dan Amerika Utara menjadi nilai tambah yang dinilai penting bagi PSIM.
“Dia cepat, kuat dalam bertahan, dan mampu membantu saat menyerang. Franco bisa jadi tandem yang cocok untuk pemain seperti Yusaku Yamadera,” tambah Razzi.
Sementara itu, Franco sendiri mengaku sangat antusias menjalani petualangan barunya bersama tim kebanggaan masyarakat Yogyakarta.
“Saya pernah punya rekan setim yang bermain di Indonesia, dan mereka selalu mengatakan hal-hal positif tentang sepak bola di sini,” ungkap pemain kelahiran Córdoba, 18 September 1997 tersebut.
Franco mengaku telah mencari informasi tentang klub dan kota Yogyakarta sebelum memutuskan bergabung. Dukungan besar dari suporter PSIM juga menjadi daya tarik tersendiri baginya.
“Saya sangat terkesan dengan Yogyakarta dan atmosfer dukungan suporternya. Itu membuat saya semakin termotivasi untuk memberikan segalanya,” ujarnya.
Dengan kesiapan fisik dan mental yang matang, Franco Ramos menyatakan siap bekerja keras demi membawa PSIM bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Setiap hari saya berlatih maksimal dan memberikan 100 persen usaha. Saya ingin memberikan kontribusi terbaik bagi PSIM,” pungkasnya.
What's Your Reaction?