Tangis Punggawa Traktor Kuning Usai PSDS Imbang Akibat Dicurangi Wasit
Kapten PSDS, Muhammad Dikky Yudistia, juga menyoroti keputusan wasit yang memberikan waktu tambahan 10 menit injury time. Hal ini memungkinkan Nusantara United mencetak gol pada menit ke-98.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Kegagalan PSDS meraih tiga poin di kandangnya, Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deli Serdang, pada Jumat (26/1/2024), meninggalkan duka mendalam bagi seluruh tim.
Peluang PSDS untuk bertahan di Liga 2 akan ditentukan di laga terakhir, dan mereka masih berharap pada hasil pertandingan lainnya.
Jika PSDS berhasil meraih kemenangan, mereka akan naik ke urutan kedua klasemen Grup B babak playoff. Caretaker Pelatih PSDS, Imam Faisal, menyatakan bahwa para pemain telah memberikan usaha maksimal mereka untuk meraih kemenangan.
Imam awalnya enggan mengomentari kepemimpinan wasit, tetapi menurutnya memberikan waktu tambahan 10 menit saat injury time sangat berlebihan.
Meskipun pertandingan sempat terhenti beberapa saat karena protes kubu Nusantara United terkait dugaan rasisme dari pendukung PSDS, menurut Imam, waktu tambahan hingga 10 menit seharusnya tidak diberikan.
"Mereka melaporkan terjadi rasisme, banyak diucapkan kata-kata yang tidak pantas oleh suporter. Kalau ditambah 5-6 menit, itu tidak masalah, tapi penambahan waktu hingga 10 menit tidak masuk akal," ungkap Imam, yang sejak awal musim menjadi asisten pelatih PSDS.
Namun, Imam memuji perjuangan anak asuhnya dan menyatakan bahwa PSDS belum menyerah dalam upaya mempertahankan tim dari zona degradasi.
"Perjuangan anak-anak luar biasa saat ini, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada mereka. Kami memang menargetkan kemenangan dari awal, mereka benar-benar mampu memenangkan pertandingan, tetapi sayangnya situasi menjadi rusak," kata Imam.
Dalam suasana yang emosional, air mata tidak dapat terbendung saat Imam mengingat kembali peristiwa yang baru saja terjadi. Setelah pertandingan, wasit menjadi sasaran kemarahan pemain, ofisial, dan penonton.
"Terkait kepemimpinan wasit, kami akan menyerahkan kepada manajemen untuk menangani laporan tersebut. Saya merasa sedih, dari dulu saya di PSDS, dari junior hingga senior, wasit bisa merusak pertandingan hari ini. Waktu tambahan 10 menit dari mana? Sementara pelanggaran tidak ada. Ini membuat mental anak-anak sangat terpengaruh," ungkap Imam sambil menyeka air matanya.
Kapten PSDS, Muhammad Dikky Yudistia, juga menyoroti keputusan wasit yang memberikan waktu tambahan 10 menit injury time. Hal ini memungkinkan Nusantara United mencetak gol pada menit ke-98.
"Bagaimana pendapat pelatih, wasit hari ini memberikan waktu tambahan 10 menit, ini terlalu lama. Saya rasa, wasit merusak pertandingan hari ini. Seharusnya pertandingan menyenangkan untuk ditonton, tetapi pada akhirnya sepak bola Indonesia menghadapi masalah," ujarnya.
Meskipun demikian, Dikky menegaskan bahwa PSDS tidak akan menyerah karena masih memiliki harapan di laga terakhir.
Meskipun harus bergantung pada hasil Nusantara United melawan PSPS, Dikky optimis bahwa PSDS dapat meraih kemenangan. "Kami masih memiliki harapan, di Bandung kita akan bermain habis-habisan di sisa satu pertandingan. Insya Allah, kami akan meraih kemenangan," tandasnya.
View this post on Instagram
What's Your Reaction?