MEDAN. BOLAHITA - Kontingen tenis meja dan bulutangkis
Sumut sama-sama turun tanpa kekuatan penuh pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII di Bandung, Jawa Barat, 9-19 September 2015.
Kontingen tenis meja harus kehilangan atlet terbaiknya yang telah habis masa sekolahnya, yakni Tengku Nyak An (tunggal putra) dan Alkap (ganda putra). Begitu juga bulutangkis, karena kedua atlet terbaiknya harus mengikuti kejuaraan junior, yakni Anggie Safira (tunggal putri) dan Yulfira (tunggal putri).
Pelatih tenis meja putra, M Said, mengaku meski harus kehilangan dua atlet terbaiknya, tim pelatih tetap akan berusaha keras untuk meraih hasil maksimal dengan atlet yang ada. Para atlet, sebelumnya pun telah menjalani persiapan yang matang selama beberapa bulan.
“Untuk putra ada empat atlet yang diturunkan yakni Ricky, Altop, Jamik, dan Thariq untuk main di empat kategori yakni beregu putra, tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran,” jelas Said, Selasa (8/9).
“Untuk putri, kami menurunkan Imel, Nurul, Stefany, dan Evlin yang main dikategori beregu putri, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran,” ujarnya didampingi pelatih putri Hendra.
Lanjut,
Sumut sendiri saat ini khusus untuk cabang olahraga tenis meja belum ada program PPLP, karena pastinya jika ingin berbicara untuk tingkat nasional harus ada program yang jelas dan latihan rutin.
Pelatih bulutangkis Sumut, Indra Gunawan, mengatakan absennya dua atlet tersebut tentunya akan berpengaruh. “Namun tim pelatih akan memasang strategi dengan mengotak-atik pasangan ganda, karena hanya ada tiga kategori yang dipertandingankan yakni dua tunggal dan satu ganda,” jelasnya.
Menurutnya, untuk putra kontingen diperkuat Wiranto, M Fadlan, Anas, dan Fajar Ramdhan dan putri menurunkan Aldika Vanisa Gea, Sekar Diah Ayu, Adelia, dan Nadia Vanita.