UNGGUL DI MATA JURI INTERNASIONAL, TAPI MALAH TIDAK PON. PJSI SUMUT: ADA STANDAR GANDA?

Pasangan Nage No Kata asal Sumatera Utara kembali membuktikan kapasitasnya di level internasional. Untuk kedua kalinya, mereka sukses meraih medali perak dalam kejuaraan judo bergengsi.

Apr 18, 2026 - 13:16
Apr 18, 2026 - 13:17
 0
UNGGUL DI MATA JURI INTERNASIONAL, TAPI MALAH TIDAK PON. PJSI SUMUT: ADA STANDAR GANDA?
Pasangan Nage No Kata asal Sumatera Utara, Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Parnongotan Simorangkir

Unggul di Mata Juri Internasional, Tapi Tidak di PON. Ada Standar Ganda?
. .. 
SUMUTJUARA, MEDAN - Pasangan Nage No Kata asal Sumatera Utara, Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Parnongotan Simorangkir kembali membuktikan kapasitasnya di level internasional. Untuk kedua kalinya, mereka sukses meraih medali perak dalam kejuaraan judo bergengsi.

Sebelumnya, prestasi tersebut ditorehkan pada ajang Southeast Asia Judo Bali. Dalam kejuaraan itu, pasangan atlet yang kini berstatus sebagai prajurit TNI tersebut mengumpulkan 421 poin dan berhak atas medali perak. Mereka kalah dari pasangan Vietnam yang meraih 427,5 poin, sementara posisi ketiga juga ditempati atlet Vietnam dengan 416 poin.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Terbaru, Fadli Ardiansyah Manik dan Krisjon Parnongotan Simorangkir kembali berlaga di Penang Invitational Judo Championship yang berlangsung pada 17–19 April 2026 di Sunshine Central, Penang, Malaysia. Hasilnya, keduanya kembali meraih medali perak dengan selisih poin yang sangat tipis. 

Fadli dan Krisjon mencatatkan 375,5 poin, hanya terpaut satu poin dari Jepang yang keluar sebagai juara dengan 376,5 poin. Sementara itu, tuan rumah Malaysia menempati posisi ketiga dengan 359,5 poin, disusul tim Malaysia lainnya di posisi keempat. Atlet dari Jawa Barat berada di peringkat kelima dengan total 348,5 poin.

Menariknya, tim Jawa Barat yang berlaga di Penang merupakan peraih medali emas pada PON Bela Diri dan perak di PON 2024 Aceh-Sumut. Hasil ini pun memunculkan perhatian dari Pengurus Provinsi PJSI Sumatera Utara.

Ketua Pengprov PJSI Sumatera Utara, Muhammad Arief Fadhillah, mempertanyakan perbedaan hasil yang diperoleh atletnya di level nasional dan internasional. Ia menilai adanya kejanggalan dalam sistem penilaian.


“Kenapa nilai atlet kita di kejuaraan internasional justru lebih baik dibandingkan di kejuaraan nasional seperti PON 2024? Ini tentu menjadi pertanyaan, apakah ada perbedaan standar penilaian atau hal lain di level nasional,” ujarnya.

Arief menyoroti perbedaan signifikan performa atlet Sumut. Pada PON 2024 Aceh-Sumut, pasangan ini hanya meraih 338 poin dan mendapatkan medali perunggu. Saat itu, Jawa Barat meraih perak dengan 351,5 poin, sedangkan Jawa Timur menjadi juara dengan 358,5 poin.

Namun di Penang, performa Sumut justru lebih unggul dibandingkan Jawa Barat yang sebelumnya meraih emas di PON cabang bela diri dan perak di PON 2024.

Menurut Arief, perbedaan hasil ini menimbulkan tanda tanya besar terkait standar penilaian juri di tingkat nasional dan internasional.

“Apakah memang ada perbedaan, atau justru ada kepentingan tertentu? Jika ingin membangun judo Indonesia ke depan, semua pihak harus menjunjung sportivitas dan kejujuran. Jangan sampai kita tertinggal di level Asia,” tegasnya.

Di sisi lain, PJSI Sumatera Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Letkol Ihsan Hanafi selaku Komandan Batalyon 902 SPG/Serdang Bedagai atas dukungannya.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan, khususnya izin kepada kedua atlet untuk kembali membela Sumatera Utara di ajang internasional,” tutup Arief.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow